Baca Juga: Kinerja Menarik Perhatian Atasan untuk Ramalan Zodiak Sagitarius Senin, 16 Juni 2025
Ada 3 poin penting yang menyebabkan berita itu layak dan patut untuk disebut sebagai berita ugal-ugalan, yakni bernuansa provokatif, tendensius dan menghakimi.
Jadi, seseorang yang mengaku wartawan, apakah sudah kompeten ataupun tidak, ketika menjalani proses jurnalistik dan menghasilkan produk jurnalistik yang ugal-ugalan, bisa kita sebut dengan praktek premanisme yang berkedok wartawan.***
Editor: eddy supriatna
Artikel Terkait
Sufmi Dasco Ahmad dan Elegi Jurnalisme Warung Kopi
Wafatnya Isa Almasih Menurut Perspektif Islam
Cari Kerja Makin Sulit, Pemerintah Harus Serius Berbenah Jangan Sibuk Cengengesan Pencitraan
Geliat Properti Bali dan Waspada Imigrasi
KOTA SERANG: MENARIK TETAPI TIDAK CUKUP NYAMAN
Perempuan Sebagai Poros: Sistem Matrilineal dalam Adat Minangkabau
Godok Obuih Makanan Khas Nagari Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung
Proyek Gedung MPP Karimun Mengundang Sorotan di Tengah Kondisi Keuangan Daerah yang Tertekan
MAKAN BAJAMBA:TRADISI KOLEKTIF DALAM BUDAYA MINANGKABAU
Hukum Progresif, Harapan Mengurai Sesak Lapas