Siapa Preman Berkedok Wartawan itu?

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Minggu, 15 Juni 2025 | 20:53 WIB
Iwan Fajar Ketua Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia
Iwan Fajar Ketua Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia

Dari produk berita negatif oknum wartawan ini yang menjadi pemantik reaksi organisasi kewartawanan tersebut.

Apalagi, terendus oknum wartawan yang menulis berita tersebut ada niat yang kurang baik (baca: lakukan pemerasan). Bahkan, prilaku wartawan ini sudah sering terjadi dan mengancam sekolah, sehingga membuat trauma.

Tentunya, sajian kalimat, 'kalau bukan wartawan kompeten, itu premanisme berkedok wartawan', sangat tepat ditujukan untuk melawan praktek nakal dari oknum wartawan yang menakut-nakuti dunia pendidikan dengan berita.

Baca Juga: Anda Rentan Stres untuk Ramalan Zodiak Scorpio Senin, 16 Juni 2025

Ada beberapa poin yang coba dibahas untuk bisa dijadikan bahan kritikan, saran dan masukan dalam penempatan kata preman didalam dunia kewartawanan.

Hal pertama bahwa sangat menyepakai dan juga menyetujui program Dewan Pers untuk melaksanakan uji kompetensi wartawan. Karena, Uji Kompetensi Wartawan bukanlah sekadar soal lulus atau tidak lulus, tetapi tentang menegakkan marwah profesi jurnalis dalam kerangka etika, tanggung jawab, dan pencarian kebenaran.

Dalam dunia yang semakin bising oleh informasi, kehadiran wartawan kompeten adalah nyala obor yang menuntun masyarakat menuju pemahaman, bukan kebingungan. Dan kita juga berkeyakinan bahwa Uji Kompetensi Wartawan (UKW) adalah salah satu cara memastikan obor itu tetap menyala, di tangan-tangan yang tepat.

Baca Juga: Anda Merasa Sehat Sepanjang Hari untuk Ramalan Zodiak Virgo, Senin, 16 Juni 2025

Kita mencoba untuk melepaskan terlebih dahulu status wartawan kompeten dan tidak.

Secara teori untuk mengatur dan menjaga kebebasan kerja kewartawanan dalam menjalankan proses jurnalistik adalah dengan tetap mengacu pada kode etik jurnalistik.

Namun, kita akan melihat proses seorang yang mengaku seorang wartawan yakni dalam menjalankan proses jurnalistiknya yang dimulai dengan mengumpulkan, mengolah hingga menyajikan data.

Baca Juga: Bersikaplah Lebih Tenang untuk Ramalan Zodiak Libra Jumat, Senin, 16 Juni 2025

Jadi setiap orang yang menyebutkan dirinya seorang wartawan, setelah menjalani proses jurnalistikm lalu dilihat dari hasilnya yang dikonsumsi publik.

Ketika, hasil dari proses jurnalistik tersaji di ruang publik ternyata beritanya ugal-ugalan.

Apa yang dimaksud dengan berita ugal-ugalan? Ketika sebuah berita yang tayang melalui proses jurnalistik yang tidak mengikuti, bahkan melabrak kode etik jurnalistik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB

Bencana dan Ilusi Otonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:02 WIB

Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung

Rabu, 10 Desember 2025 | 12:22 WIB
X