Batam Sampaikan Aspirasi ke Pansus DPR-DPD, Minta RUU Daerah Kepulauan Segera Disahkan

photo author
Muhammad Kamil, Klik Read
- Senin, 20 Juli 2026 | 21:09 WIB
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Sampaikan saran saat menerima kunjungan Pansus DPR RI dan DPD RI di Kantor Wali Kota Batam. (Humas Kominfo Batam.)
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Sampaikan saran saat menerima kunjungan Pansus DPR RI dan DPD RI di Kantor Wali Kota Batam. (Humas Kominfo Batam.)

KLIKREAD.COM, Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan perlunya Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan sebagai payung hukum yang adil, guna mewujudkan pemerataan pembangunan serta mengoptimalkan kekayaan kemaritiman di wilayah kepulauan.

Pernyataan ini disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) DPR RI dan DPD RI di Kantor Wali Kota Batam, Senin 20 Juli 2026.

Turut mendampingi Wali Kota adalah Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Sekretaris Daerah Firmansyah, beserta jajaran kepala perangkat daerah.

Rombongan Pansus dipimpin langsung Ketua Pansus RUU Daerah Kepulauan DPD RI Teddy Dwi Putranta beserta jajaran, serta perwakilan Kementerian Dalam Negeri.

 Baca Juga: Lautan Manusia di Dataran Engku Putri, Wali Kota Batam Larut dalam Kemeriahan Nobar Final Piala Dunia 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Amsakar menyampaikan sejumlah kebutuhan mendasar yang harus terakomodasi dalam undang-undang tersebut.

Mulai dari keadilan dalam pengalokasian anggaran, pengurangan kesenjangan pembangunan, peningkatan konektivitas antarpulau, pengelolaan wilayah pesisir, kesejahteraan nelayan, hingga pengelolaan pulau terluar.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keselarasan regulasi ini dengan kebijakan khusus yang berlaku di Batam, seperti Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas serta Kawasan Ekonomi Khusus.

“Rumus anggaran yang berlaku saat ini belum berpihak secara adil pada daerah kepulauan.

Baca Juga: Gerakan Ayah Mengantar Anak, Lis Darmansyah: Bentuk Perhatian Nyata bagi Pendidikan Anak

Kami berharap luas laut dan kompleksitas pengelolaannya benar-benar diperhitungkan, sehingga kesenjangan pembangunan antara daerah kepulauan dengan daerah lainnya dapat diperkecil,” ujar Amsakar.

Batam sendiri memiliki karakteristik unik, di mana sekitar 66 persen wilayahnya adalah lautan dan hanya 34 persen daratan, serta terdiri dari sekitar 454 pulau dengan jumlah penduduk mencapai 1,4 juta jiwa.

Potensi ekonomi yang besar juga terus tumbuh, terbukti dari realisasi investasi tahun ini yang mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target, serta lonjakan investasi triwulan I yang meningkat lebih dari 100 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Capaian ini membuktikan Batam mampu menjadi penggerak ekonomi nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nada Salsabila

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X