Rencana Kunjungan Jokowi ke NTT Disiapkan, Muncul Tanggapan Terkait Polemik Ijazah

photo author
Muhammad Kamil, Klik Read
- Minggu, 19 Juli 2026 | 19:21 WIB
Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Photo Ist.)
Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Photo Ist.)

KLIKREAD.COM, Jakarta – Setelah sebelumnya berkunjung ke Lampung, Presiden ke-7 RI Joko Widodo dijadwalkan kembali melanjutkan rangkaian safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Nusa Tenggara Timur pada akhir Juli 2026.

Kota Kupang disebut akan menjadi titik awal kedatangan beliau di provinsi tersebut.

Rencana ini disampaikan Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga atau akrab disapa Bro Ron seusai bertemu Jokowi di kediamannya di Kelurahan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu 15 Juli 2026.

“Rencana kami dan Bapak untuk turun lagi. Kemarin Lampung sudah, akhir bulan kami ke NTT. Bapak akan mulai berikutnya di Kupang,” ujar Bro Ron.

 Baca Juga: Sinergi Polri, Pecalang hingga Ojol Diperkuat, Wujudkan Bali yang Aman dan Nyaman

Pihaknya saat ini sedang merapikan susunan acara mengingat banyaknya undangan yang masuk, baik dari jajaran pengurus partai maupun kelompok masyarakat luas.

“Undangan dari masyarakat sangat banyak, jadi kami harus menyeleksi dan menentukan prioritasnya terlebih dahulu,” imbuhnya.

Ketua DPP PSI Bestari Barus menambahkan, pemilihan NTT sebagai tujuan bukan tanpa alasan.

Selama menjabat sebagai presiden, Jokowi dikenal memiliki kedekatan tersendiri dengan daerah tersebut dan banyak meninggalkan karya pembangunan di sana.

“Pak Jokowi cinta NTT, dari semasa menjabat, karya beliau banyak di sana,” ujar Bestari.

Baca Juga: Moratorium Dapur MBG Tak Boleh Berlarut-larut, Yahya Zaini Minta Prioritaskan yang Sudah Jadi

Nantinya, selain menemui masyarakat, Jokowi juga dijadwalkan berjumpa dengan pengurus PSI daerah, relawan, tokoh adat, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat setempat.

Di tengah rencana kunjungan tersebut, muncul tanggapan dari Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang juga anggota DPR RI dapil NTT I.

Ia menyinggung polemik soal ijazah yang masih menjadi sorotan publik. Andreas menyarankan Jokowi membawa dokumen tersebut apabila ditanyakan warga setempat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nada Salsabila

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X