Siapa Preman Berkedok Wartawan itu?

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Minggu, 15 Juni 2025 | 20:53 WIB
Iwan Fajar Ketua Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia
Iwan Fajar Ketua Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia

Iwan Fajar
Ketua Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia

KLIKREAD.COM - Di Kepri umumnya, dan khususnya di Batam, saat ini kata preman menjadi sesuatu yang sangat sensitif bagi kalangan dunia kewartawanan.

Kesensitifan ini muncul diakibatkan dari sebuah pernyataan yang keluar dari pentolan organisasi kewartawanan yang tua dan besar di Batam.

Dikatakan dalam kalimat yang diunggah sejumlah media online bahwa wartawan yang tidak UKW itu preman, sederhananya seperti itu asumsi yang berkembang.

Baca Juga: Ban Mobil Bocor Halus dari Bibir Pelek, Begini Cara Mengatasinya

"Kalau bukan wartawan kompeten bersertifikasi Dewan Pers, itu premanisme berkedok wartawan!".

Inilah kalimat langsung yang merupakan sebuah pernyataan pentolan organisasi wartawan, yang dikutip dari satu media online lokal yang mengangkat isu tersebut.

Pernyataan yang telah terucap dan sudah menjadi penggalan bagian narasi dari sebuah berita yang dikonsumsi publik ini, tentu awalnya mempunyai niat yang baik.

Baca Juga: Daytona Menawarkan Komstir Murah Namun Berkualitas Khusus Part Honda Scoopy

Ucapan ini muncul karana dipicu dari adanya pemberitaan media daring terhadap dunia pendidikan, yang juga sudah menjadi konsumsi publik.

Pemberitaan yang ditayangkan itu, dinilai belum melalui sebuah proses jurnalistik yang kurang baik dan tidak benar.

Bahkan, berita yang ditayang sarat dengan melanggar kode etik jurnalistik.

Baca Juga: Bahas Preman Berkedok Wartawan Berakhir Rusuh, Ali: Kita Minta Klarifikasi

Dan yang menjadi korban dari pemberitaan yang kurang baik ini adalah dunia pendidikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB

Bencana dan Ilusi Otonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:02 WIB

Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung

Rabu, 10 Desember 2025 | 12:22 WIB
X