DESENTRALISASI di TITIK TERLUAR? MENJAWAB SUARA dari KECAMATAN TAMBELAN yang TERABAIKAN

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Selasa, 9 Desember 2025 | 17:08 WIB
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim



KLIKREAD.COM - Univeritas Maritim Raja Ali Haji, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Pemerintahan Kecamatan Tambelan berada di Kabupaten Bintan, yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Wilayah ini terdiri dari beberapa pulau yang terletak di Laut China Selatan, serta berbatasan dekat dengan Kalimantan Barat dan Kabupaten Natuna.

Kecamatan Tambelan merupakan daerah kepulauan yang jauh terpisah dari pusat Kabupaten Bintan.

Baca Juga: Kedeputian Bandara, Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang Gelar Retret untuk Peningkatan Kinerja dan Sinergi

Tambelan mencakup satu kelurahan dan tujuh desa yang berbeda.

Karena letaknya yang berdekatan dengan perbatasan serta Laut China Selatan, Sumber daya alam di Kecamatan Tambelan meliputi sumber daya darat dan sumber daya laut.

Sumber daya darat di Kecamatan Tambelan diperoleh dari hasil perkebunan dan kawasan hutan. Hasil perkebunan di Kecamatan Tambelan meliputi cengkih, lada, kelapa, buah-buahan dan umbi-umbian.

Baca Juga: BP Batam Raih Penghargaan Pioneer FTZ Management di BIG 40 Awards 2025

Sementara hasil hutan yang ada di Kecamatan Tambelan berupa pohon medang merawas yang menghasilkan produk kayu berupa papan.

Papan dari medang merawas dimanfaatkan untuk pembuatan dinding dan tiang rumah tinggal atau sebagai bahan pembuatan perahu.

Wilayah ini jauh dari pusat kabupaten, sebelumnya sulit dijangkau dengan perjalanan laut 8-9 jam dari Kalimantan Barat atau 19-20 jam dari pusat Kepulauan Riau, sekarang lebih cepat dengan bandara yang memangkas perjalanan menjadi 1 jam.

Baca Juga: Pemko Batam akan Pola HJB ke-196 dengan Berbagai Ragkai Kegiatan, Termasuk Pesta Rakyat dan Diawali Istigasah Akbar

Potensi alam dan karakter wilayah seperti ini membuat Tambelan memerlukan pendekatan desentralisasi yang asimetris, dimana pemberian kewenangan dan sumber daya disesuaikan dengan kebutuhan khusus dan kondisi geografisnya, serta memperhitungkan keterbatasan akses dan infrastruktur.

Kondisi terpencil dan ketergantungan pada sumber daya alam laut menuntut pembangunan asimetris yang lebih responsif dan adaptif terhadap karakteristik Tambelan.

Ini mendukung kebutuhan desentralisasi asimetris di titik terluar seperti Tambelan, agar pembangunan dan pelayanan publik dapat lebih efektif dan inklusif, mengurangi ketimpangan dengan pusat kabupaten, serta menjawab suara masyarakat yang selama ini terabaikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB

Bencana dan Ilusi Otonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:02 WIB

Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung

Rabu, 10 Desember 2025 | 12:22 WIB
X