Godok Obuih Makanan Khas Nagari Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung

photo author
Eddy Supriatna, Klik Read
- Kamis, 29 Mei 2025 | 19:39 WIB
Godok Obuih Makanan Khas Nagari Lubuk Tarok
Godok Obuih Makanan Khas Nagari Lubuk Tarok

Penulis: Viola Ramadhani
Mahasiswa Sastra Minangkabau
Universitas Andalas


Selain di kenal dengan keberadaan Kerajaan Jambu Lipo, Nagari Lubuk Tarok juga di kenal sebagai Ranah Godok Obuih.

Godok Obuih merupakan makanan khas dari Lubuk Tarok, Kab Sijunjung, Godok bagi masyarakat minangkabau secara umum merupakan panganan dengan bentuk bulat seperti bola.

Sedangkan Obuih bermakna rebus, Godok Obuih dapat dimaknai dengan godok yang di rebus, sedikit berbeda dengan panganan godok di minangkabau yang mayoritas di buat dengan cara menggoreng.

Godok Obuih juga merupakan kuliner makanan tradisional yang berkaitan dengan adat istiadat yang ada di Nagari Lubuk Tarok, tetapi tidak tercatat dengan pasti tahun kapan panganan ini ada di Nagari Lubuk Tarok.

Baca Juga: Terdapat Tiga Jenis Doa yang Sangat Mustajab Wajib Diamalkan

Godok Obuih dibuat sesuai dengan ketentuan kearifan lokal Nagari Lubuk Tarok berkaitan dengan adat istiadat perkawinan.

Namun, hingga saat ini Godok Obuih menjadi salah satu panganan wajib yang harus ada dalam adat perkawinan di Nagari Lubuk Tarok, karena tradisi ini telah medarah daging dalam kehidupan masyarakat dan terus di lestarikan oleh masyarakat Lubuk Tarok.

Godok Obuih di jadikan makanan pembuka untuk jamuan makan secara adat perkawinan yang dilakukan hari jumat pagi.

Godok Obuih di buat komposisi yaitu dengan bahan, pasang batu, beras putih, ketan putih, kelapa, gulu pasir, vanile, dan daun pandan.

Baca Juga: Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Latih Santri Jadi Dai

Tahapan pembuatan Godok Obuih ini di mulai dari penebangan pisang 10 hari sebelum acara pesta perkawinan.

Kegiatan ini seriiring dengan melakukan panggilan atau undangan ke pada masyarakat untuk melakukan pembuatan Godok Obuih secara gotong royong.

Panggilan undangan untuk pembuatan Godok Obuih kepada kaum perempuan dilakukan sepuluh sebelum acara perhelatan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eddy Supriatna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB

Bencana dan Ilusi Otonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:02 WIB

Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung

Rabu, 10 Desember 2025 | 12:22 WIB
X