Dua hari sebelum pesta di hari rabu beras yang akan dijadikan bahan tepung Godok Obuih di rendam terlebih dahulu, di hari kamis siang hingga sore, beras yang telah direndam di tumbuk hingga menjadi tepung.
Baca Juga: Perlu Dipahami, Bahwa Tauhid Adalah Hal yang Paling Berharga
Kelapa di parut lalu di ambil santannya, pisang batu yang sudah di kupas lalu di remas hingga lunak, kegiataan ini biasanya dilakukan oleh keluarga inti atau keluarga terdekat secara adat.
Pembuatan Godok Obuih dilakukan pada malam hari yaitu sehabis magrib, masyarakat yang telah di undang berdatangan untuk membantu pembuatan Godok Obuih dan mengambil peran masing-masing.
Biasa nya masyarakat yang datang membawa rantang yang berisi beras atau gula.
Ada yang mengerjakan adonan peremas santan, pembuatan adonan dan lain sebagainya. Setelah adonan di bentuk bulat seperti godok, adonat tersebut di masukan kedalam rebusan santan sehingga didih dan mengental.
Baca Juga: Inilah Dua Nikmat Bisa Membuat Manusia akan Tertipu
Godok Obuih ini di buat dalam porsi sangat banyak untuk penyambutan tamu undangan, dan memeasaknya menggunakan tungku besi dan kuali besar yang biasanya di pakai untuk pembuatan galamai.
Pada pembuatan Godok Obuih ini biasanya diiringi oleh randai, silat, atau orgen tunggal yang biasanya telah di siapkan/ diundang oleh pihak keluarga yang bersangkutan, bertujuan untuk menghibur ibuk-ibuk dalam pembuatan Godok Obuih agar terhibur dan senang dalam pembuatan atau memasak Godok Obuih tersebut.
Setelah masak Godok Obuih di pindahkan kewadah untuk disimpan dan didinginkan, sebagian yang lain dibagikan kepada tamu panggilan yang telah ikut membantu pengerjaan pembuatan Godok Obuih dengan mengisi rancang sebelumnya yang telah di bawa oleh tamu panggilan untuk membawa gula maupun beras di isi dengan Godok Obuih untuk di bawa pulang.
Godok Obuih biasanya di hidangkan dalam sebuah piring kecil dan tusuk lidi sebagai pengganti sendoknya.
Baca Juga: Maksimalkan Komunikasi dengan Allah, Caranya Khusyuk dalam Shalat
Pada hari jumat pagi tamu undangan pesta secara adat berdatangan di mulai dari kaum laki-laki kegiatan ini biasanya di lakukan di Rumah Gadang masyarakat yang punya hajat.
Mamak Tungga Nai telah berada di pintu Rumah Gadang menyambut tamu hingga mempersilahkan tamu untuk duduk, setelah tamu terasa telah mencakup di sinilah Godok Obuih di hidangkan oleh orang sumando sebagai makanan pebuka.
Biasanya satu porsi Godok Obuih yang di hidangkan kadang berisi 3 sampai 5 buah Godok Obuih dalam satu hidangan. Lazimnya adat makan minum diminangkabau menyatap hidangan Godok Obuih juga di buka dengan perintahan dan pasambahan antara tuan rumah dan tamu yang datang.
Artikel Terkait
Sufmi Dasco Ahmad dan Elegi Jurnalisme Warung Kopi
Wafatnya Isa Almasih Menurut Perspektif Islam
Cari Kerja Makin Sulit, Pemerintah Harus Serius Berbenah Jangan Sibuk Cengengesan Pencitraan
Geliat Properti Bali dan Waspada Imigrasi
KOTA SERANG: MENARIK TETAPI TIDAK CUKUP NYAMAN
Perempuan Sebagai Poros: Sistem Matrilineal dalam Adat Minangkabau