KLIKREAD.COM - Kerja-kerja untuk meningkatkan kualitas pendidikan mesti terus dilakukan.
Hal ini demi menyiapkan generasi muda dan kualitas SDM yang dapat menjawab tantangan bangsa di masa depan.
Salah satu dimensi dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah membangun suatu sistem evaluasi yang baik dan tepat.
Baca Juga: Waspada dan Hati-hati pada Sikap dan Tindakan Anda untuk Ramalan Zodiak Leo Minggu, 22 Juni 2025
Bukan hanya soal kurikulum dan mutu atau metode pembelajaran, perbaikan sistem evaluasi juga menjadi faktor penting yang menentukan sejauh mana tujuan pendidikan telah dicapai.
UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian dan penilaian mutu pendidikan terhadap semua komponen pendidikan pada setiap tingkatan dan jenis pendidikan, sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam pendidikan.
Fitzpatrick, Sanders & Worthen (2004:5) menyebut evaluasi adalah mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mengaplikasikan standar kriteria untuk menilai objek-objek yang dievaluasi (layak atau manfaat) terkait kriteria tersebut.
Baca Juga: Elemen Unsur Logam di dalam Rumah Berdasarkan Penafsiran Ilmu Feng Shui
Evaluasi yang baik menghasilkan data yang akurat, adil, dan bermanfaat untuk peningkatan kualitas pembelajaran dan pendidikan secara luas.
Pelaksanaan evaluasi pembelajaran di Indonesia secara umum masih dihadapkan pada berbagai persoalan.
Di antaranya seperti sulitnya merancang sistem evaluasi yang dirasa adil mengingat beragamnya latar belakang siswa, kesenjangan akses dan fasilitas pendidikan.
Baca Juga: Lis Berhadap Kafilah Tanjungpinang Tampil Maksimal dan Meraih Hasil Terbaik
Penilaian berstandar dengan kriteria dan tolok ukur nasional dibutuhkan untuk terus mengendalikan dan meningkatkan mutu pendidikan.
Di saat bersamaan, penilaian kontekstual yang memotret kemampuan setiap individu siswa di setiap sekolah juga penting untuk mendapatkan data objektif dan ril dalam mendukung evaluasi pendidikan yang lebih akurat dan relevan.
Artikel Terkait
Wafatnya Isa Almasih Menurut Perspektif Islam
Cari Kerja Makin Sulit, Pemerintah Harus Serius Berbenah Jangan Sibuk Cengengesan Pencitraan
Geliat Properti Bali dan Waspada Imigrasi
KOTA SERANG: MENARIK TETAPI TIDAK CUKUP NYAMAN
Perempuan Sebagai Poros: Sistem Matrilineal dalam Adat Minangkabau
Godok Obuih Makanan Khas Nagari Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung
Proyek Gedung MPP Karimun Mengundang Sorotan di Tengah Kondisi Keuangan Daerah yang Tertekan
MAKAN BAJAMBA:TRADISI KOLEKTIF DALAM BUDAYA MINANGKABAU
Hukum Progresif, Harapan Mengurai Sesak Lapas
Siapa Preman Berkedok Wartawan itu?