FENOMENA TURISMOFOBIA

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Kamis, 31 Juli 2025 | 09:14 WIB
Ir. H. Abdullah Rasyid, ME.
Ir. H. Abdullah Rasyid, ME.

KLIKREAD.COM, Jakarta - Tak semua cerita tentang pariwisata di Bali membawa kabar bahagia seperti dalam film Eat, Pray and Love.

Di sosial media kerap kita jumpai video-video “menjengkelkan” tentang turis asing, mulai dari pelanggaran lalu-lintas, perbuatan onar, hingga berlaku tak senonoh di situs yang disucikan warga lokal.

Yang lebih menyakitkan, banyak dari mereka beralasan “tidak tahu” atau “mengira ini tidak masalah”.

Baca Juga: Saatnya Kopi dan Alas Kaki Kita Menembus Eropa

Padahal Bali bukan panggung bebas; ia adalah rumah bagi jutaan jiwa yang hidup dengan adat, spiritualitas, dan rasa hormat terhadap leluhur.

Ketidaktahuan bukan lagi alasan ketika informasi tersedia di setiap sudut bandara, hotel, hingga papan pengumuman desa.

Fakta mencatat, sudah begitu banyak turis asing telah dideportasi dari Bali karena melanggar norma sosial dan hukum.

Baca Juga: Kendalikan Amarah Anda untuk Ramalan Zodiak Virgo, Jumat, 1 Agustus 2025

Diantaranya bahkan banyak yang bekerja secara ilegal, atau jaringan kriminal internasional.

Perihal ini menjadi pemicu turismofobia dan akan menjadi tantangan yang akan berkembang selanjutnya.

Turismofobia menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari pertumbuhan sektor pariwisata.

Masyarakat merespons secara alami dampak negatif dari overtourisme akibat adanya tekanan pada lingkungan dan budaya yang mengarah pada “komodifikasi” budaya dan kerusakan lingkungan.

Baca Juga: Tingkat Kepercayaan Diri Rendah untuk Ramalan Zodiak Cancer Jumat, 1 Agustus 2025

Selain itu, ketimpangan ekonomi yang terjadi akibat “dominasi” investasi perusahaan asing semakin memicu resistensi dari masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB

Bencana dan Ilusi Otonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:02 WIB

Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung

Rabu, 10 Desember 2025 | 12:22 WIB
X