opini

MAHKAMAH dI MEDIA SOSIAL: Saat Kebijakan Publik Berlagak “Cek Ombak”

Kamis, 20 November 2025 | 11:47 WIB
Arsih Zul Adha, Mahasiswa Departemen Hukum Tata Negara Ilmu Hukum UMRAH

Kita seolah menyaksikan negara bertindak sebagai pemain tunggal yang tidak mau diikat oleh aturan main yang ia buat sendiri.

Baca Juga: Bimbel Bee di Batam saat Ini Sedang Membutuhkan Segera untuk Posisi Staff Bimbel

Selain itu, hukum seharusnya berfungsi sebagai kompas, bukan benda elastis yang memuai dan menyusut sesuai selera politik.

Bagi dunia usaha dan masyarakat, kebijakan yang berubah-ubah karena kalah di media sosial menciptakan prahara ketidakpastian.

Kerugian yang ditimbulkan bukan hanya materiil, tetapi juga hilangnya kepercayaan mendasar bahwa negara mampu menjamin stabilitas regulasi.

Baca Juga: Sukses dengan Lagu Tabola Bale, Siprianus Bhuka Dapat Piala AMI Awards

Tragedi Administrasi Publik dan Logika Kekuasaan

Mengapa pemerintah memilih jalur berbahaya ini? Karena ini adalah shortcut yang memperlihatkan kelemahan perencanaan yang akut.

Prosedur formal, seperti penyusunan Naskah Akademik, bertujuan memastikan kebijakan didasarkan pada logika hukum dan data, bukan polling cepat.

Baca Juga: Perlu Anda Pahami, Ternyata Begini Cara Kerja Air Radiator Motor

Ketika pemerintah melewatkan langkah ini, proses hukum ditukar dengan engagement rate.

Keputusan untuk mencabut atau melanjutkan kebijakan lantas tidak lagi disandarkan pada argumentasi yuridis, melainkan pada taksiran risiko kegaduhan politik.

Ini bukan tata kelola yang baik, melainkan logika kekuasaan yang pragmatis yang rela mengorbankan integritas hukum demi meredam gejolak sesaat.

Baca Juga: Ternyata Banyak Fungsi Keberaan Air Radiator Motor dalam Menjaga Mesin Kendaraan

Jalan Pulang: Menegakkan Kewibawaan Konstitusi

Halaman:

Tags

Terkini

Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB

Bencana dan Ilusi Otonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:02 WIB

Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung

Rabu, 10 Desember 2025 | 12:22 WIB