SUMATERA JUGA INDONESIA: TETAPKAN STATUS BENCANA NASIONAL dan HENTIKAN TAMBANG ILEGAL–DEFORESTASI YANG MEMBUNUHI RAKYAT

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Senin, 1 Desember 2025 | 06:56 WIB
Miftahul Huda
Miftahul Huda

Padahal rakyat Sumatera membayar pajak yang sama dan berkontribusi besar bagi ekonomi negara.

Baca Juga: KPK Ungkap Masih Pelajari Keppres Rehabilitasi Didapat Ira Puspadewi, Sebut Kemungkinan Eksekusi Hukuman

Jika pemerintah terus membiarkan Sumatera menghadapi krisis sebesar ini sendirian, maka jelas bahwa kesetaraan perlindungan rakyat hanyalah slogan kosong, bukan komitmen negara.

Pada akhirnya, negara harus berani bercermin: berapa banyak lagi nyawa yang harus melayang sebelum pemerintah mengakui bahwa kerusakan ini lahir dari kelalaian negara sendiri?

Sumatera kini berdarah bukan hanya karena hujan yang turun, tetapi karena keputusan-keputusan yang dibiarkan salah selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Desentralisasi Belum Sepenuhnya Berpihak pada Bintan Pesisir

Bila pemerintah pusat terus menunda penetapan status bencana nasional, terus ragu menutup tambang ilegal, dan terus membiarkan hutan dirampas tanpa kendali, maka sejarah akan mencatat bahwa negara bukan hanya gagal melindungi rakyatnya melainkan ikut menjadi bagian dari bencana itu sendiri.

Pemerintah masih punya pilihan: bergerak sekarang atau dikenang sebagai rezim yang membiarkan satu bagian Indonesia tenggelam demi kepentingan segelintir elite.

Sumatera juga Indonesia. Jika negara tetap lamban, maka jelas: yang rusak bukan hanya hutan, tetapi juga rasa keadilan dalam republik ini. ***

Oleh: Miftahul Huda (Dosen Ilmu Hukum))

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB

Bencana dan Ilusi Otonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:02 WIB

Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung

Rabu, 10 Desember 2025 | 12:22 WIB
X