Saat Tempo enggan menuliskan penjelasan detail dari si narasumber selain soal profil soal yang bersangkutan adalah pejabat kabinet, maka di sinilah muncul kecurigaan besar.
Apakah masuk akal narasumber yang begitu menarik itu tak dieksplor narasi atau informasinya?
Di sinilah pentingnya persoalan ini dibawa ke Dewan Pers.
Ini untuk membuktikan kecurigaan apakah benar narasumber yang 'katanya' pejabat itu adalah sumber asli atau jangan-jangan imajinasi alias bohong.
Bukan baru pertama ini Tempo memframing informasi yang hanya berlandaskan imajinasi.
Baca Juga: Walikota Tanjungpinang Wajibkan Seluruh Pegawai dan Masyarakat Pakai Tanjak Setiap Hari Jumat
Berulang kali Dewan Pers pun membuktikan kesalahan etika Tempo yang umumnya menyasar pada reportase terkait pejabat atau pengusaha yang kebetulan punya banyak sumber daya.
Hal yang pernah dibongkar oleh akun bernama Jilbab Hitam soal modus operandi Tempo mencari keuntungan di balik pemberitaan.
Begitulah elegi jurnalisme warung kopi.***
Artikel Terkait
Dedi Mulyani Serahkan Sanksi Bupati Indramayu Lucky Hakim Sedang Diproses Kemendagri
Lucky Hakim Diperiksa Inspektorat Kemendagri Terkait Plesiran Lebaran ke Jepang
Viral Agung Surahman Aspri Presiden RI Prabowo Dijemput Pesawat Kepresidenan di Bengkulu
Inilah Karier Politik dan Riwayat Pendidikan Lucky Hakim Hingga Menjadi Bupati Indramayu
Walikota Tanjungpinang Wajibkan Seluruh Pegawai dan Masyarakat Pakai Tanjak Setiap Hari Jumat
Harga dan Stok Sembako Masih Stabil Usai Lebaran, dari Hasil Sidak Disdagin Tanjungpinang di Pasar Bintan Centre
Lis Cek Kehadiran Pegawai Lewat Apel Besama Usai Liburan Nasional dan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri
Pemko Batam Gelar Apel Gabungan dan Halal Bihalal Guna Bangun Semangat Kerja Pasca Liburan Panjang
Amsakar-Li Claudia Gagas Taman Kota Instagramable di Baloi Indah
Inilah Beberapa Mitos Kerap Dianggap Benar Bagi Pemilik Kendaraan Motor Baru