Sufmi Dasco Ahmad dan Elegi Jurnalisme Warung Kopi

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Selasa, 8 April 2025 | 19:29 WIB
Muhammad Arief Rosyid Hasan foto bersama rekan.
Muhammad Arief Rosyid Hasan foto bersama rekan.

Saat Tempo enggan menuliskan penjelasan detail dari si narasumber selain soal profil soal yang bersangkutan adalah pejabat kabinet, maka di sinilah muncul kecurigaan besar.

Apakah masuk akal narasumber yang begitu menarik itu tak dieksplor narasi atau informasinya?

Di sinilah pentingnya persoalan ini dibawa ke Dewan Pers.

Ini untuk membuktikan kecurigaan apakah benar narasumber yang 'katanya' pejabat itu adalah sumber asli atau jangan-jangan imajinasi alias bohong.

Bukan baru pertama ini Tempo memframing informasi yang hanya berlandaskan imajinasi.

Baca Juga: Walikota Tanjungpinang Wajibkan Seluruh Pegawai dan Masyarakat Pakai Tanjak Setiap Hari Jumat

Berulang kali Dewan Pers pun membuktikan kesalahan etika Tempo yang umumnya menyasar pada reportase terkait pejabat atau pengusaha yang kebetulan punya banyak sumber daya.

Hal yang pernah dibongkar oleh akun bernama Jilbab Hitam soal modus operandi Tempo mencari keuntungan di balik pemberitaan.

Begitulah elegi jurnalisme warung kopi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB

Bencana dan Ilusi Otonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:02 WIB

Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung

Rabu, 10 Desember 2025 | 12:22 WIB
X