Keterangan dari masyarakat sangat diperlukan u ntuk memverifikasi, baik itu dari laporan masyarakat maupun pengembangan perkara.
KPK harus memastikan kebenaran informasi tersebut dengan melakukan kroscek dengan proses penyelidikan yang sedang berjalan.
“Apakah informasi awal dari masyarakat itu valid atau tidak, kemudian apakah sudah lengkap atau belum, “ ucapnya.
Baca Juga: Ketum PAN Apresiasi Kiprah Presiden Prabowo di Forum Internasional
“Nanti tentu KPK juga secara proaktif akan melengkapi keterangan-keterangan dari pihak lainnya,” jelas Budi.
Kasus ini pun masih dalam tahap penyelidikan. KPK belum bersedia memberikan informasi mengenai progres hasil penyelidikan proyek ini.
“Kami belum bisa menyampaikan substansi dari materi perkara ini karena memang masih di tahap penyelidikan,” katanya.
Baca Juga: KPK Masih Selidiki Terkait Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh
Mahfud MD mencurigai adanya dugaan mark up dalam proyek ini, setelah proyek diserah terimakan dari Jepang ke China.
Ada pembengkakan perhitungan biaya proyek, dalam setiap kilometernya setelah dialihkan ke China.***
Artikel Terkait
Lakukan Tanam Mangrove di Tangerang, Wapres Gibran Tegaskan Serius Rehabilitasi Pesisir
KPK Periksa PNS Kemenaker Terkait KPK Kasus Pemerasan TKA Rp85 Miliar
Turun Rp1 Juta, Kementerian Haji Usulkan BPIH 2026 Jadi Rp88,40 Juta Tiap Jemaah
KPK Periksa Legislator Nasdem Rajiv Terkait Korupsi CSR BI-OJK
Jokowi Klarifikasi, Kereta Cepat Whoosh Bukan Proyek Rugi
KPK Masih Selidiki Terkait Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh
Ketum PAN Apresiasi Kiprah Presiden Prabowo di Forum Internasional
Kementerian ATR BPN: Tanah dan Ruang Jadi Instrumen Pemerataan Kesejahteraan Rakyat
Jelang Sidang Vonis di PN Jaksel, Artis Nikita Mirzani: Happy
Akhirnya Sandra Dewi Cabut Gugatan Keberatan Penyitaan Aset Terkait Kasus Dugaan Korupsi Timah Harvey Moeis