Desentralisasi tanpa koordinasi justru menciptakan ruang abu-abu yang mempersulit implementasi kebijakan yang berpihak pada masyarakat pesisir.
Masalah lainnya adalah kurangnya keterlibatan masyarakat nelayan dalam proses perencanaan pembangunan.
Walaupun mekanisme Musrenbang telah diterapkan, aspirasi warga pesisir sering berhenti di tingkat desa dan tidak naik ke agenda kabupaten.
Inilah ironi desentralisasi partisipatif mekanisme ada, tetapi ruang pengaruh masyarakat tetap kecil.
Pembangunan pariwisata di Bintan yang digadang-gadang sebagai “ikon ekonomi daerah” pun tidak selalu melibatkan masyarakat pesisir, sehingga mereka hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
Pada akhirnya, persoalan Bintan Pesisir menunjukkan bahwa desentralisasi bukan hanya soal menyerahkan kewenangan ke daerah, tetapi bagaimana daerah mampu mengelola kewenangan tersebut secara adil dan merata.
Tanpa penguatan kapasitas pemerintah lokal, pembenahan tata kelola, serta komitmen pemerataan pembangunan hingga wilayah paling jauh, desentralisasi hanya menjadi konsep administratif yang tidak membawa perubahan nyata bagi masyarakat pesisir.
Baca Juga: BAGAIMANA PENGUATAN SUMBER DAYA MANUSIA di KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS?
Bintan Pesisir membutuhkan desentralisasi yang bukan hanya “dilimpahkan”, tetapi juga “dimampukan”. ***
Penulis: Herdianus Dihe Sanga
Biografi Singkat Penulis: Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji
Artikel Terkait
Siapa Preman Berkedok Wartawan itu?
Upaya Menyempurnakan Evaluasi Pembelajaran
Saatnya Kopi dan Alas Kaki Kita Menembus Eropa
FENOMENA TURISMOFOBIA
MELANGGAR KONSTITUSI: PEMERINTAH KOTA BATAM BIARKAN WARGA MATI DI JALAN RAYA
MAHKAMAH dI MEDIA SOSIAL: Saat Kebijakan Publik Berlagak “Cek Ombak”
Kewarganegaraan Global Indonesia: Terobosan Imigrasi dalam Menanggapi Kewarganegaraan Ganda
Desentralisasi yang Tertunda: Mengapa Jemaja Belum Merasakan Pemerataan Layanan Publik?
Anak Muda Bangkitkan Tradisi: Festival Agriculture Punggung Kasiak Jadi Perhatian Publik
BAGAIMANA PENGUATAN SUMBER DAYA MANUSIA di KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS?