Baca Juga: Kejagung Lelang Barang Rampasan Kapal Tanker Iran Berisi 1,2 Juta Barel Minyak
Padahal kata dia, pemerintah di Korsel sudah mengeluarkan UU pencegahan kekerasan di sekolah, tapi pelaksanaannya sering tumpul.
Karena terlalu banyak kasus diselesaikan diam- diam tanpa keadilan yang jelas.
Begitu pula di Amerika Serikat (AS) dan Inggris, di sana, perundungan sudah diakui sebagai isu kesehatan mental dan sosial.
Baca Juga: Polisi Berhasil Gagalkan Penyelundupan Pakaian Bekas Impor Ilegal Senilai Rp4 Miliar
Angkanya tetap tinggi, sekitar satu dari lima siswa di AS pernah dirundung, dan di Inggris jumlahnya bahkan lebih besar lagi.
"Terlebih di Afrika Sub Sahara, situasinya lebih berat lagi.
Di Uganda dan Kenya, lebih dari separuh siswa mengalami perundungan.
Baca Juga: 16 Kapal Hasil Akuisisi ASDP Masih Mangkrak di Galangan, KPK Sebut Rugikan Perusahaan
Di sana, kekerasan sering dianggap “biasa”, bahkan bagian dari disiplin.
Dan juga pola asuh keras di rumah dan budaya sekolah yang otoriter membuat kekerasan turun-temurun," ucapnya.***