Kasus Perundungan Bukan Semata Anak Nakal, Namun Siswa Belum Terarah dan Tekanan Sistem Pendidikan

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Selasa, 25 November 2025 | 14:39 WIB

KLIKREAD.COM, Jakarta - Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Ditjen GTK Kemendikdasmen, Putra Asga Elevri mengatakan, kasus perundungan atau bullying bukan semata-mata disebabkan anak “nakal”.

Namun, kerap terjadi karena bakat, minat, dan emosi siswa yang belum terarah.

Untuk itu, kehadiran pendidik yang mampu melakukan pendampingan personal di nilai penting.

Utamanya, untuk mengurangi risiko tersebut.

Baca Juga: Cegah Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Hadirkan Guru Wali Pendampingan Siswa

Sementara berbagai komentar di media sosial dilontarkan terkait terjadi perundungan atau bullying di sekolah.

Seperti komentara dari Arif Perdana prakstisi pendidikan di kutip dar laman @arifperdana_.

Menurut dia, bahwa perundungan bukan cuma soal anak-anak yang nakal di sekolah.

Ia boleh jadi merupakan cermin dari tekanan sosial, budaya, dan sistem pendidikan di tiap negara.

Baca Juga: OJK Terima 350 Ribu Laporan Modus Penipuan, Setahunn Kerugian Scam Capai Rp790 Miliar

Dicontohkan dia, di Korea Selatan, misalnya, persaingan akademik yang gila-gilaan membuat sekolah jadi medan tempur.

Anak-anak disana belajar dari pagi sampai malam, hidup di bawah tekanan ujian masuk universitas.

"Ya makanya melampiaskan tekanan mereka dengan membullying teman yang dianggap lemah," katanya.

Apalagi dengan kondisi suasana kelas yang sesak, sebagian mencari pelampiasan dengan merundung teman sekelas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X