KLIKREAD.COM, Jakarta - Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Ditjen GTK Kemendikdasmen, Putra Asga Elevri mengatakan, kasus perundungan atau bullying bukan semata-mata disebabkan anak “nakal”.
Namun, kerap terjadi karena bakat, minat, dan emosi siswa yang belum terarah.
Untuk itu, kehadiran pendidik yang mampu melakukan pendampingan personal di nilai penting.
Utamanya, untuk mengurangi risiko tersebut.
Baca Juga: Cegah Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Hadirkan Guru Wali Pendampingan Siswa
Sementara berbagai komentar di media sosial dilontarkan terkait terjadi perundungan atau bullying di sekolah.
Seperti komentara dari Arif Perdana prakstisi pendidikan di kutip dar laman @arifperdana_.
Menurut dia, bahwa perundungan bukan cuma soal anak-anak yang nakal di sekolah.
Ia boleh jadi merupakan cermin dari tekanan sosial, budaya, dan sistem pendidikan di tiap negara.
Baca Juga: OJK Terima 350 Ribu Laporan Modus Penipuan, Setahunn Kerugian Scam Capai Rp790 Miliar
Dicontohkan dia, di Korea Selatan, misalnya, persaingan akademik yang gila-gilaan membuat sekolah jadi medan tempur.
Anak-anak disana belajar dari pagi sampai malam, hidup di bawah tekanan ujian masuk universitas.
"Ya makanya melampiaskan tekanan mereka dengan membullying teman yang dianggap lemah," katanya.
Apalagi dengan kondisi suasana kelas yang sesak, sebagian mencari pelampiasan dengan merundung teman sekelas.
Artikel Terkait
Tidak Ditemukan Lagi Virus Polio pada Anak, Menkes Umumkan Indonesia Bebas KLB Polio Tipe 2
Komisi III DPR RI Tegaskan Tunjangan Pensiunan Seumur Hidup Sudah Proporsional dan Terukur
Hotman Paris Tidak Lagi Jadi Kuasa Hukum Nadiem Makarim, Ini Alasannya
Sidang Sengketa Ijazah Wapres Gibran Dijadwalkan di Gelar pada 1 Desember 2025
Misi Perdamaian di Gaza, TNI Siapkan Pesawat Angkut Hercules dan Kapal Rumah Sakit
16 Kapal Hasil Akuisisi ASDP Masih Mangkrak di Galangan, KPK Sebut Rugikan Perusahaan
Polisi Berhasil Gagalkan Penyelundupan Pakaian Bekas Impor Ilegal Senilai Rp4 Miliar
Kejagung Lelang Barang Rampasan Kapal Tanker Iran Berisi 1,2 Juta Barel Minyak
OJK Terima 350 Ribu Laporan Modus Penipuan, Setahunn Kerugian Scam Capai Rp790 Miliar
Cegah Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Hadirkan Guru Wali Pendampingan Siswa