Universitas Indonesia Minta Maaf Akui Khilaf Undang Pembicara Pro Zionis Peter Berkowitz

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 25 Agustus 2025 | 19:17 WIB
 Peter Berkowitz akademisi dari Universitas Stanford menjadi pembicara di forum Universitas Indonesia./net
Peter Berkowitz akademisi dari Universitas Stanford menjadi pembicara di forum Universitas Indonesia./net

KLIKREAD.COM, Jakarta - Universitas Indonesia (UI) akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi guna merespon polemik yang muncul diserbu kritikan netizen di media sosial (mendos).

Hal ini terkait kedatangan Peter Berkowitz, Peneliti Senior Tad and Dianne Taube di Hoover Institution, Universitas Stanford menjadi pembicara.

Peter Berkowitz dalam acara Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana UI, pada Sabtu 23 Agustus 2025 lalu di Kampus UI, Depok.

Baca Juga: Polsek Sekupang Ungkap Kasus Penganiayaan, Pelaku Ditangkap Setelah Proses Penyelidikan Intensif

Pihak UI mengaku khilaf dan meminta maaf atas tindakannya mengundang Berkowitz tersebut.

Kedatangan Peter Berkowitz, hadir di sejumlah acara di Indonesia menuai kritikan tajam.

Pasalnya, akademisi asal Amerika Serikat (AS) tersebut dikenal pro Israel dan menentang keras kemerdekaan Palestina.

Baca Juga: Pria 66 Tahun Ditangkap karena Kasus Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Disabilitas

“Dengan segala kerendahan hati, UI mengakui kurang hati-hati.

Dan untuk itu, UI meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia.

Atas kekhilafan dalam kekurangcermatan saat melakukan background check terhadap yang bersangkutan,” ujar Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Arie Afriansyah dikutip Senin 25 Agustus 2025.

Baca Juga: Perkuat Inklusi Keuangan Digital di Indonesia, BRI Luncurkan Kartu Debit Co-Branding BRI X INDODAX

Ia memastikan, kasus ini akan menjadi pembelajaran penting ke depan bagi UI.

Ia berjanji, pihaknya akan lebih selektif dan seksama dalam mempertimbangkan berbagai aspek saat mengundang akademisi internasional pada masa yang akan datang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X