Mari kita bayangkan skenarionya: selama ini, perusahaan kita mungkin hanya mengekspor tekstil dan hasil pertanian langsung ke Jerman.
Baca Juga: Lowongan Kerja untuk Menempati Posisi Operator Produksi di PT Team Metal Indonesia
Tapi dengan kemudahan multi-entry, divisi penjualan bisa mulai merancang ekspansi ke pasar lain di Eropa.
Ini sejalan dengan strategi pemerintah Indonesia yang ingin mendiversifikasi pasar ekspor kita, apalagi di tengah tekanan tarif impor dari AS yang kabarnya bisa mencapai 32%.
Produk unggulan seperti kopi, kakao, tekstil, bahkan kerajinan tangan, kini bisa langsung dipromosikan ke berbagai pasar Eropa.
Kunjungan berulang menjadi lebih mudah, memperkuat daya saing kita dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam atau Malaysia.
Baca Juga: Jika Melihat Syaitan Segera Dilawan, Jangan Dihindari
Kabar baik ini diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat kunjungannya ke Brussels, Belgia, pada 13 Juli 2025.
Dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Indonesia merampungkan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Salah satu poin pentingnya adalah pembebasan tarif untuk sekitar 80% produk ekspor Indonesia ke Uni Eropa dalam 1-2 tahun setelah implementasi.
Ini tentu kabar baik bagi produk-produk kita seperti minyak kelapa sawit, tembaga, asam lemak industri, hingga alas kaki, yang kini bisa lebih kompetitif dibanding produk dari Vietnam atau Malaysia.
Baca Juga: Segera Bergabung Best Western Premier Panbil Batam Membuka Untuk Menduduki Berbagai Posisi
Dengan akses perjalanan yang lebih leluasa ini, tim penjualan dari perusahaan ekspor Indonesia punya keleluasaan lebih untuk melakukan riset pasar langsung di berbagai negara Eropa.
Mereka bisa mengamati kebutuhan tiap pasar, memastikan logistik berjalan lancar, dan membangun rantai pasok yang kokoh untuk memperluas distribusi produk kita di sana.
Singkat kata, dengan kebijakan visa baru ini, saatnya kopi, kakao, tekstil, dan alas kaki kita melangkah lebih jauh menembus jantung Eropa.