PGRI Tegaskan Guru Bukan Beban Negara, Namun Pengabdi dan Pencetak Generasi Penerus Bangsa

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:21 WIB
Wijaya, Ketua Badan Khusus Komunikasi dan Digitalisasi PGRI./net
Wijaya, Ketua Badan Khusus Komunikasi dan Digitalisasi PGRI./net

KLKREAD.COM, Jakarta - Ketua Badan Khusus Komunikasi dan Digitalisasi PGRI, Wijaya, menyesalkan pernyataan Menteri Keuangan yang menyatakan bahwa profesi guru disebut sebagai beban negara.

Pernyataan itu dinilai Wijaya, berlebihan dan menyakitkan, mengingat fakta bahwa guru, terutama yang berstatus honorer dan mengabdi di daerah pelosok.

Justru menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga: Kemenag Ikutsertakan 69.313 Guru PAI Sertifikasi Melalui Peserta PPG Batch 2 Tahun 2025

Berdasar data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pada 2022 jumlah guru honorer mencapai 704.503 orang, ditambah 141.724 guru tidak tetap (GTT) kabupaten/kota serta 13.328 GTT provinsi.

Untuk mengurangi kesenjangan, pemerintah telah mengangkat 774.999 guru menjadi ASN PPPK hingga awal 2024, dengan target mencapai 1 juta guru PPPK.

”Jabatan guru bahkan mendominasi ASN PPPK secara nasional, dengan jumlah mencapai sekitar 770 ribu orang,” papar Wijaya.

Baca Juga: Mendagri Imbau Batalkan Kenaikan Tarif PBB Jika Memberatkan Rakyat

Menurut dia, pemerataan guru di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) masih menjadi tantangan besar.
Rasio murid dan guru secara nasional memang relatif baik di angka 16:1, tetapi distribusinya tidak merata.

“Hingga kini, banyak guru yang harus mengajar lintas mata pelajaran karena keterbatasan tenaga pendidik di pelosok,” ucap Wijaya.

Dia menjelaskan, pengabdian guru di lapangan memperlihatkan fakta berbeda dari stigma beban negara.

Baca Juga: Praswad Nilai Pemberian Bebas Bersyarat ke Setya Novanto Gagalnya Efek Jera Pemberantasan Korupsi

Di Sigi, Sulawesi Tengah, guru SMPN 16 mendaki bukit dan mengunjungi rumah siswa hingga tiga kali seminggu karena ketiadaan internet dan listrik.

”Di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, seorang guru honorer bernama Rudi Hartono setiap hari menyeberangi sungai dengan rakit bambu, bahkan menggendong muridnya ketika arus deras agar mereka tetap bisa bersekolah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X