KLIKREAD.COM, Jakarta - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengaku dicecar pertanyaan mengenai dua tersangka baru dari pihak swasta dalam kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.
Ia menyampaikan itu usai rampung menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus ini.
"Tadi ini pemeriksaan buat sprindik yang baru. Kan kemarin saya pertama ke sini untuk sprindik yang tersangka pertama Gus Yaqut sama Gus Alex.
Baca Juga: Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Divonis 10 tahun Penjara dan Uang Penganti Rp809 Miliar
Ini yang kedua swasta. Ya keterangan tambah-tambah informasi," kata Dito di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa 30 Juni 2026.
Dito mengatakan materi pemeriksaan hari ini juga tak jauh berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya pada 23 Januari lalu.
Ia menyebut masih dicecar ihwal alur pemberian kuota haji tambahan dari pemerintah Arab Saudi ke Indonesia.
"Lebih karena waktu itu kan saya ada dalam lokasi di Arab Saudi pas pertemuan dengan MBS. Kan kebetulan mertua juga terkait dengan asosiasi. Jadi lebih digali ke situ," ujar dia.
Pada Selasa (30/6) hari ini, Dito kembali diperiksa KPK. Ia tiba di gedung KPK pada pukul 10.05 WIB.
Pemeriksaan hari ini bukan yang pertama. Pada 23 Januari lalu, Dito diperiksa KPK di kasus serupa. Saat itu ia diperiksa selama 3 jam oleh penyidik.
Dito adalah salah satu pejabat yang ikut ke Arab Saudi saat penambahan kuota haji disepakati.
Ia akan diperiksa terkait pengetahuannya mengenai tambahan 20 ribu kuota haji yang diberikan pemerintah Arab kepada Indonesia pada tahun 2022.
Artikel Terkait
Modal Utama Pemilu 2029, Jokowi Minta Kader PSI Bangun Mesin Partai Hingga Tingkat Desa
Dinilai Peristiwa Serius, Menteri HAM Desak Kematian 5 Peserta SPPI Diusut Tuntas
Tim Pengacara Roy Suryo Siapkan Rekaman Video Penangkapannya sebagai Bukti Praperadilan
Jokowi Siap Bawa Barang Bukti Dipersidangan Kasus Ijazah Palsu
Hadapi Dampak El Nino, Mendagri Intruksikan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Latsarmil Kopdes Minta Dihapus, Dinilai Telah Hemat Uang Negara Rp30 Juta Per Orang
Penguatan Karakter Kebangsaan, Siswa Sekolah Rakyat Bakal Dilatih oleh Taruna Akmil
Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, BRI Peduli Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Puluhan Purna Pekerja Migran Indonesia di Cirebon
Menerjang Ombak dari Pulau ke Pulau, Dedikasi Mantri Perempuan BRI Menjaga Akses Keuangan di Wilayah Kepulauan Sulawesi Tengah
Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Divonis 10 tahun Penjara dan Uang Penganti Rp809 Miliar