Latsarmil Kopdes Minta Dihapus, Dinilai Telah Hemat Uang Negara Rp30 Juta Per Orang

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 29 Juni 2026 | 20:08 WIB
Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin.
Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin.

KLIKREAD.COM, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin, menyoroti skema pelatihan Satuan Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Ia menilai penghapusan komponen Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dalam program tersebut dapat menciptakan efisiensi anggaran yang signifikan bagi negara.

Menurutnya, pelatihan yang saat ini dirancang selama 45 hari, terdiri dari 30 hari latihan militer dan 15 hari materi substansi koperasi, justru lebih banyak menyedot anggaran pada sektor yang tidak relevan dengan tugas manajerial.

Baca Juga: Hadapi Dampak El Nino, Mendagri Intruksikan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan

Ia menyarankan agar pelatihan difokuskan sepenuhnya pada peningkatan kompetensi pengelolaan koperasi.

"Berdasarkan kreteria pelatihan untuk 7 hari itu menghabiskan 5 juta per peserta, maka total kebutuhan anggaran selama 45 hari mencapai sekitar Rp45 juta per orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi.

Baca Juga: Jokowi Siap Bawa Barang Bukti Dipersidangan Kasus Ijazah Palsu

Artinya, apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp30 juta atau sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan setiap peserta," ujar TB Hasanuddin kepada wartawan, Senin 29 Juni 2026.

Potensi penghematan ini dinilai sangat fantastis mengingat skala program yang mencakup 35.476 peserta secara nasional.

Jika komponen militer ditiadakan, negara diprediksi bisa menghemat anggaran hingga triliunan rupiah.

Baca Juga: Tim Pengacara Roy Suryo Siapkan Rekaman Video Penangkapannya sebagai Bukti Praperadilan

Ia menegaskan, bahwa integritas dan kemampuan seorang manajer koperasi tidak diukur dari ketangkasan fisik atau latar belakang militer, melainkan dari profesionalisme dalam mengelola organisasi dan usaha.

Program pelatihan ini sendiri merupakan bagian dari Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X