Wisata ini didominasi dengan hamparan pesawahan yang sangat luas dan juga ada sentuhan budaya seperti rumah-rumah adat sunda pada zaman dahulu.
Wisatawan dapat melihat penduduk lokal yang utamanya memiliki mata pencaharian sebagai petani langsung sedang membajak sawah, menanam bibit padi, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Gedung Djuang 45 Kota Sukabumi Dulunya Merupakan Hotel Victoria Milik Pengusaha Jerman
Pada waktu tertentu, atau jika wisatawan beruntung maka akan melihat sebuah pertunjukkan pagelaran seni dan budaya Jaipongan serta musik cianjuran di sebuah sanggar yang telah disediakan di sana.
Tidak hanya itu, kampung budaya ini menyediakan tempat untuk menginap bagi wisatawan yang ingin rehat sejenak dari hiruk pikuknya kepadatan kota.
Wisatawan dapat melihat jelas Gunung Gede yang menjulang tinggi sebagai pemandangan yang menakjubkan.
Baca Juga: Vihara Widhi Sakti, Vihara Tertua Berusia 117 Tahun Perlindungan Masyarakat dari Wabah Kolera
Namun sayangnya, pengelolaannya belum cukup baik ditambah promosi yang kurang membuat tempat ini tidak begitu terkenal terutama kalangan masyarakat Cianjur sendiri.
Sehingga tempat ini sangat sepi, dan hanya didatangi oleh masyarakat sana saja.
Selain itu, kurangnya fasilitas pendukung seperti penjelasan bangunan, sejarah didirikan, membuat pengunjung kebingungan fungsi-fungsi terkait dengan bangunan yang ada.
Ditambah tempat yang hanya gitu-gitu saja kurang menarik perhatian para pengunjung dan cepat bosan.
Baca Juga: Sejarah Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi Sempat Dijadikan Gudang Balatentara Jepang
Disisi lain, terdapat leuit atau lumbung untuk tempat padi yang sudah menjadi beras.
Hanya saja bagi orang yang awam atau yang dari kota mungkin saja akan bertanya-tanya tempat apa itu.
Sehingga pengelola dapat menambahkan informasi yang ditempel di bangunan untuk membantu pengunjung menambah wawasannya mengenai padi.
Artikel Terkait
Sejarah Benteng Pertahanan Tangerang Hanya Tinggal Sebuah Nama Hilang Misterius Tanpa Jejak
Sejarah Monumen Lengkong Dibangun Mengenang Gugurnya Mayor Daan Mogot Bersama 34 Taruna Akademi Militer Tangerang
Sejarah Lapas Anak Wanita Tangerang Tempat Pengasingan Anak Indo Belanda yang Nakal
Masjid Agung Kota Sukabumi Mulanya Jadi Markas Pertemuan Para Pejuang Menyusun Strategi Perang
Sejarah Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi Sempat Dijadikan Gudang Balatentara Jepang
Vihara Widhi Sakti, Vihara Tertua Berusia 117 Tahun Perlindungan Masyarakat dari Wabah Kolera
Gedung Djuang 45 Kota Sukabumi Dulunya Merupakan Hotel Victoria Milik Pengusaha Jerman
Bangunan Wisma Wisnu Wardhani di Sukabumi Saksi Bisu Perjalanan Notaris Belanda Hendrik Schotel
Berkunjung ke Situs Gunung Padang Cianjur Serasa Berada pada Peradaban Kuno
Gunung Kasur Menyimpan Sejarah Jejak Kaki Patih Pertama Cianjur dan Makam Eyang Jaya Paksi