Vihara Widhi Sakti, Vihara Tertua Berusia 117 Tahun Perlindungan Masyarakat dari Wabah Kolera

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 8 September 2025 | 12:53 WIB
Vihara Widhi Sakti di Kota Sukabumi./net
Vihara Widhi Sakti di Kota Sukabumi./net

KLIKREAD.COM - Vihara Widhi Sakti di Kota Sukabumi memiliki sejarah panjang dan telah berusia sekitar 117 tahun tepatnya dibangun tahun 1908 masa lalu.

Vihara Widhi Sakti merupakan tempat ibadah masyarakat Tionghoa di Kota Sukabumi yang didirikan ketika wabah kolera menyerang dan menewaskan ratusan warga Sukabumi saat itu.

Tempat yang biasa digunakan oleh umat Buddha ini pertama kali dibangun di atas tanah seluas 900 m2 dan mayoritas penganutnya adalah warga Tionghoa.

Baca Juga: Sejarah Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi Sempat Dijadikan Gudang Balatentara Jepang

Pada Tahun 1986 Vihara ini direnovasi serta perluasan bangunan.

Vihara ini memiliki khas seperti ornamen yang berbentuk naga dan merah sebagai warna yang mendominasi dan secara umum bangunan ini syarat dengan unsur tradisi China.

Vihara Widhi Sakti Kota Sukabumi yang beberapa kali dilakukan renovasi, didirikan oleh etnis Tionghoa bernama Thung Hoat Tiat praktisi kungfu yang hidup sederhana pada zaman kolonial.

Baca Juga: Masjid Agung Kota Sukabumi Mulanya Jadi Markas Pertemuan Para Pejuang Menyusun Strategi Perang

Karena penyakit kolera yang saat itu mewabah dan telah memakan ratusan korban jiwa waktu itu, Thung Hoat Tiat berupaya mencari obat untuk menghentikan penyakit mematikan tersebut.

Sekitar tahun 1908-an itu, ia lantas pergi ke seorang ahli pengobatan (sin she) yang berada di Bogor dengan menggunakan kereta api.

Sesampainya di sin she tersebut Thung Hoat Tiat bertanya dan ahli pengobatan itu tidak mengetahui cara untuk mengobati warga yang tertular kolera.

Baca Juga: Sejarah Lapas Anak Wanita Tangerang Tempat Pengasingan Anak Indo Belanda yang Nakal

Namun ahli pengobatan itu, meminta Thung Hoat Tiat, untuk mencoba jalan lain, yaitu meminta pertolongan dari sosok leluhur di altar sembayangan.

Hal ini dianggap sakti, yaitu Kongco Han Tan Kong atau patung leluhur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:10 WIB
X