Mengenal Sejarah Klenteng Boen Tek Bio, Klenteng Tertua Dijadikan Cagar Budaya Tionghoa di Kota Tangerang

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Minggu, 7 September 2025 | 20:21 WIB
Klenteng Boen Tek Bio salah satu wisata religi di Kota Tangerang./net
Klenteng Boen Tek Bio salah satu wisata religi di Kota Tangerang./net

KLIKREAD.COM - Klenteng Boen Tek Bio merupakan tempat beribadah etnis Tionghoa dan menjadi salah satu cagar budaya di Kota Tangerang.

Kota Tangerang sendiri merupakan salah satu kota yang tingkat urbanisasi yang tinggi.

Tidak Heran Kota Tangerang memiliki ragam suku, budaya dan agama.

Kota Tangerang juga dikenal dengan banyaknya etnis Tionghoa terbukti dengan keberadaan tempat ibadah berupa Klenteng Boen Tek Bio.

Baca Juga: Mengenang Sejarah Asal Muasal Peranakan Tionghoa Berada di Kota Tangerang di Museum Benteng Heritage

Klenteng Boen Tek Bio merupakan klenteng tertua yang berlokasi di dekat Kalipasir, tepatnya Jalan Bhakti No.14, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Berdiri sejak tahunn 1684, letaknya yang tak jauh dengan Sungai Cisadane, menjadikan Klenteng Boen Tek Bio menyimpan peran penting dalam sejarah di Tangerang.

Apalagi klenteng ini dibangun secara gotong royong dan hingga kini bangunannya masih dipertahankan bentuknya.

Baca Juga: Mengenang Peristiwa 19 Tahun Lalu, Gempa Yogyakarta, Diantara Isu Tsunami dan Gunung Meletus

Saat itu terdapat etnis Tionghoa yang berlabuh di Teluk Naga, Tangerang, mereka tinggal dan menikah dengan penduduk setempat.

Setelah itu menelusuri Sungai Cisadane dan berhenti di kawasan pasar lama ini.

Akhirnya mereka membangun klenteng ini bersama-sama untuk tempat bersembahyang mereka.

Peradaban dan toleransi di Kota Tangerang begitu kental terjalin, terbukti dari lokasi Klenteng Boen Tek Bio berdekatan dengan Mesjid Agung Kalipasir, serta gereja Santa Maria.

Baca Juga: Mengenal Peristiwa Megenaskan Terhadap 7 Jenderal pada Peristiwa G30S PKI

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:10 WIB
X