KLIKREAD.COM - Sosok Josef Mengele dikenal sebagai perwira Schutzstaffel (SS) Jerman Nazi dan dokter selama Perang Dunia II.
Josef Mengele, lahir pada tanggal 16 Maret 1811, lebih dikenal sebagai malaikat maut dan malaikat putih.
Josef Mengele dikenal karena perbuatannya di Kamp konsentrasi Auschwitz.
Baca Juga: Mengenang Sejarah Asal Usul Terbentuknya Kota Surabaya Saat Berkunjung ke Museum Surabaya
Dimana ia melakukan eksperimen mematikan terhadap para tahanan.
Dan bahkan ia menjadi anggota tim dokter yang menyeleksi tahanan yang akan dibunuh di kamar gas.
Saat pasukan Tentara Merah melakukan penyerangan balik melewati Polandia, Josef Mengele dipindahkan ke Kamp konsentrasi Gross-Rosen.
Kamp yang terletak 280 kilometer (170 mi) dari Auschwitz pada 17 Januari 1945, hanya 10 hari sebelum kedatangan tentara Soviet ke Auschwitz.
Sebelum perang, Mengele mendapatkan gelar doktor dalam bidang antropologi dan kesehatan, dan memulai karier sebagai peneliti.
Ia lalu bergabung dengan Partai Nazi pada tahun 1937 dan SS pada 1938.
Ia ditugasi untuk menjadi perwira batalyon medis pada awal Perang Dunia II.
Kemudian dipindahkan ke dinas kamp konsentrasi Nazi pada awal 1943 di Auschwitz.
Baca Juga: Tugu Pahlawan Menyimpan Sejarah Sepuluh November di Surabaya
Artikel Terkait
Bangunanan Bersejarah Istana Kantor di Pulau Penyengat Tempat Tinggal Raja Ali Haji
Wisata Religi Bersejarah Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat
Wisata Sejarah ke Komplek Makam Engku Puteri Raja Hamidah di Pulau Penyengat
Museum House of Sampoerna, Menyimpan Sejarah Pembuatan Rokok Kretek di Indonesia
Monumen Kapal Selam Menyimpan Sejarah KRI Pasopati 410 pada Perang Trikora
Gedung Lawang Sewu Menggambarkan Sejarah Perjalanan Kereta Api di Indonesia
Sejarah Goa Selomangleng Tempat Pertapaan Dewi Kilisuci Putri Mahkota Raja Airlangga
Tugu Pahlawan Menyimpan Sejarah Sepuluh November di Surabaya
Mengenal Sejarah Perbankan Indonesia Peninggalan Hindia Belanda di Museum Gedung De Javasche Surabaya
Mengenang Sejarah Asal Usul Terbentuknya Kota Surabaya Saat Berkunjung ke Museum Surabaya