Dimana ia melihat kesempatan untuk mengadakan penelitian genetis kepada manusia.
Eksperimennya terfokus pada para saudara kembar, dengan tidak mempedulikan kesehatan dan keamanan dari para korbannya.
Setelah perang, Mengele kabur ke Amerika Selatan.
Ia berlayar menuju Argentina pada Juli 1949, dibantu oleh jaringan mantan anggota SS.
Baca Juga: Sejarah Goa Selomangleng Tempat Pertapaan Dewi Kilisuci Putri Mahkota Raja Airlangga
Ia lalu tinggal di pinggir Buenos Aires, lalu berpindah ke Paraguay pada tahun 1959 dan Brazil setahun berikutnya.
Ia dicari-cari oleh pihak Jerman Barat, Israel, dan pemburu Nazi seperti Simon Wiesenthal, yang ingin membawanya ke pengadilan.
Mengele mampu lolos dari penangkapan kendatipun Pemerintah Jerman Barat telah meminta perjanjian ekstradisi dan operasi rahasia sudah dijalankan oleh badan intelijen Israel Mossad.
Baca Juga: Gedung Lawang Sewu Menggambarkan Sejarah Perjalanan Kereta Api di Indonesia
Ia meninggal karena tenggelam pada tahun 1979 setelah menderita stroke saat berenang di pantai Bertioga. Dan ia dikuburkan dengan nama palsu Wolfgang Gerhard.
Makamnya lalu dibongkar dan jasadnya resmi diidentifikasi secara forensik pada tahun 1985.***
Artikel Terkait
Bangunanan Bersejarah Istana Kantor di Pulau Penyengat Tempat Tinggal Raja Ali Haji
Wisata Religi Bersejarah Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat
Wisata Sejarah ke Komplek Makam Engku Puteri Raja Hamidah di Pulau Penyengat
Museum House of Sampoerna, Menyimpan Sejarah Pembuatan Rokok Kretek di Indonesia
Monumen Kapal Selam Menyimpan Sejarah KRI Pasopati 410 pada Perang Trikora
Gedung Lawang Sewu Menggambarkan Sejarah Perjalanan Kereta Api di Indonesia
Sejarah Goa Selomangleng Tempat Pertapaan Dewi Kilisuci Putri Mahkota Raja Airlangga
Tugu Pahlawan Menyimpan Sejarah Sepuluh November di Surabaya
Mengenal Sejarah Perbankan Indonesia Peninggalan Hindia Belanda di Museum Gedung De Javasche Surabaya
Mengenang Sejarah Asal Usul Terbentuknya Kota Surabaya Saat Berkunjung ke Museum Surabaya