Masjid Agung Kota Sukabumi Mulanya Jadi Markas Pertemuan Para Pejuang Menyusun Strategi Perang

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 8 September 2025 | 12:41 WIB
Masjid Agung Kota Sukabumi./net
Masjid Agung Kota Sukabumi./net

KLIKREAD.COM - Masjid Agung Sukabumi pada masa lalu pernah digunakan sebagai markas pertemuan para pejuang kemerdekaan.

Di masjid ini para pejuang merancang strategi perang melawan tentara sekutu, sebagaimana tercatat dalam sejarahnya.

Awalnya, bangunan masjid ini sangat sederhana dan menjadi tempat berkumpulnya para pejuang untuk berlatih.

Baca Juga: Sejarah Lapas Anak Wanita Tangerang Tempat Pengasingan Anak Indo Belanda yang Nakal

Sebelum kemudian mengalami beberapa kali renovasi dan pemugaran hingga menjadi lebih modern.

Masjid Agung Kota Sukabumi menjadi masjid agung tertua di Sukabumi dan jadi ikon daerah serta salah satu bagian sejarah penyebaran Islam di Sukabumi.

Masjid ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-19 dan merupakan satu-satunya masjid yang terletak di pusat Kota Sukabumi hingga akhir abad ke-19.

Baca Juga: Sejarah Monumen Lengkong Dibangun Mengenang Gugurnya Mayor Daan Mogot Bersama 34 Taruna Akademi Militer Tangerang

Masjid Agung ini menjadi salah satu tempat penyebaran sejarah Islam pada zaman dahulu.

Awalnya Masjid Raya Sukabumi dibangun di atas tanah wakaf milik seorang warga bernama Ahmad Juwaeni, kawasan yang terus mengalami perubahan hingga saat ini.

Pada masa pendiriannya, Masjid Raya Sukabumi mengalami enam kali renovasi yaitu pada tahun 1900, 1936, 1945, 1975, 2004.

Baca Juga: Sejarah Benteng Pertahanan Tangerang Hanya Tinggal Sebuah Nama Hilang Misterius Tanpa Jejak

Renovasi terakhir tahun 2012 menghasilkan Masjid Agung dengan gaya arsitektur modern yang mengadopsi model Timur Tengah, ditandai dengan kubah dan menara yang mewah.

Perubahan arsitektur utama membuat Masjid Agung Sukabumi tampak megah dan modern.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:10 WIB
X