Sejarah Lapas Anak Wanita Tangerang Tempat Pengasingan Anak Indo Belanda yang Nakal

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Minggu, 7 September 2025 | 22:04 WIB
Sejarah Lapas Anak Wanita Dibangun untuk pengasingan Anak Indo Belanda yang Nakal./net
Sejarah Lapas Anak Wanita Dibangun untuk pengasingan Anak Indo Belanda yang Nakal./net

KLIKREAD.COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak Wanita di Tangerang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1928 yang dikelola oleh yayasan LOG.

Lapas Anak Wanita Tangerang, yang terletak di Jalan Daan Mogot, Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, merupakan salah satu bangunan tua di Tangerang dengan sejarah panjang.

Penjara ini selesai dibangun tahun 1927 dengan luas sekitar 10.312 meter persegi di atas tanah seluas 26.610 meter persegi.

Baca Juga: Sejarah Monumen Lengkong Dibangun Mengenang Gugurnya Mayor Daan Mogot Bersama 34 Taruna Akademi Militer Tangerang

Usai diresmikan, penjara ini sempat dikunjungi komunitas koloni Eropa yang dipimpin Ir. H.F.W Becking pada 14 Januari 1928.

Lapas ini awalnya digunakan sebagai tempat pengasingan anak-anak Indo Belanda yang melanggar peraturan atau dianggap nakal.

Pada era Pemerintahan Jepang, bangunan ini berfungsi sebagai rumah tahanan perang untuk anak-anak dan wanita Belanda yang akan dipulangkan ke Belanda.

Baca Juga: Sejarah Benteng Pertahanan Tangerang Hanya Tinggal Sebuah Nama Hilang Misterius Tanpa Jejak

Lapas ini juga memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Pada tahun 1942, bangunan ini digunakan sebagai Sekolah Akademik Militer Tangerang, tempat para pemuda Indonesia dilatih menjadi tentara untuk memperjuangkan kemerdekaan.

Dan tahun 1965-an, penjara ini juga menjadi tempat penampungan sementara para tahanan politik yang terlibat gerakan 30 September atau G30S.

Baca Juga: Sejarah Bendungan Pintu Air Sepuluh Dibangun Kolonial Belanda untuk Balas Budi kepada Rakyat Indonesia

Hampir ribuan tahanan politik hidup beberapa hari, minggu, bulan, dan tahun di penjara itu sebelum dibuang ke Pulau Buru.

Namun sejak tahun 1964, bangunan ini resmi difungsikan sebagai Lapas Anak Wanita hingga sekarang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:10 WIB
X