Sejarah Monumen Lengkong Dibangun Mengenang Gugurnya Mayor Daan Mogot Bersama 34 Taruna Akademi Militer Tangerang

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Minggu, 7 September 2025 | 21:41 WIB
Monumen Palagan Lengkong terletak di Jalan Bukit Golf Utara Nomor 2,  Kota Tangerang Selatan./net
Monumen Palagan Lengkong terletak di Jalan Bukit Golf Utara Nomor 2, Kota Tangerang Selatan./net

KLIKREAD.COM - Monumen Palagan Lengkong merupakan sebuah monumen yang didirikan untuk mengenang peristiwa heroik Pertempuran Lengkong yang terjadi pada 25 Januari 1946.

Monumen Palagan Lengkong, yang terletak di Jalan Bukit Golf Utara Nomor 2, Kelurahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten.

Pertempuran Lengkong sendiri merupakan salah satu peristiwa penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia di Tangerang.

Baca Juga: Sejarah Benteng Pertahanan Tangerang Hanya Tinggal Sebuah Nama Hilang Misterius Tanpa Jejak

Pada saat itu, Mayor Daan Mogot bersama puluhan Taruna Akademi Militer Tangerang berhasil merebut markas dan melucuti senjata tentara Jepang di Desa Lengkong.

Keberanian dan kegigihan mereka menjadi inspirasi bagi para pejuang kemerdekaan lainnya.

Di monumen ini, anda dapat melihat tugu peringatan, relief yang menggambarkan peristiwa pertempuran, dan taman yang asri.

Baca Juga: Sejarah Bendungan Pintu Air Sepuluh Dibangun Kolonial Belanda untuk Balas Budi kepada Rakyat Indonesia

Selain itu, kamu juga dapat mempelajari sejarah Pertempuran Lengkong dan mengenang jasa para pahlawan melalui informasi yang tertulis di papan-papan di sekitar monumen.

Monumen ini dibangun untuk mengenang gugurnya Mayor Daan Mogot bersama 34 taruna Akademi Militer Tangerang.

Dan juga dua perwira lainnya dalam insiden yang dikenal sebagai Peristiwa Lengkong.

Baca Juga: Sejarah Pasar Lama Tangerang Pusat Perdagangan Tertua Berdiri Sejak Tahun 1407

Peristiwa Lengkong bermula ketika Mayor Daan Mogot memimpin pasukan untuk melucuti senjata tentara Jepang yang masih berada di wilayah tersebut pasca-kemerdekaan Indonesia.

Namun, upaya tersebut berujung tragis ketika terjadi baku tembak yang menyebabkan banyak korban di pihak Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:10 WIB
X