Gunung Kasur Menyimpan Sejarah Jejak Kaki Patih Pertama Cianjur dan Makam Eyang Jaya Paksi

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 17 September 2025 | 17:56 WIB
Peninggalan Sejarah Gunung Kasur di Cianjur./net
Peninggalan Sejarah Gunung Kasur di Cianjur./net

KLIKREAD.COM,Cinajur - Sejarah Gunung Kasur di Cianjur tidak terkait dengan legenda Sangkuriang, melainkan berasal dari bentuk topografinya yang memiliki lempengan batu di puncaknya, menyerupai kasur dan bantal.

Oleh masyarakat setempat dianggap sebagai ciri megalitik atau jejak masa lalu.

Selain itu, diyakini terdapat jejak kaki Patih Pertama Cianjur dan makam Eyang Jaya Paksi, tokoh penyebar agama Islam.

Baca Juga: Berkunjung ke Situs Gunung Padang Cianjur Serasa Berada pada Peradaban Kuno

Peninggalan megalit Gunung Kasur ini terletak di Desa Cipanas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Situs ini terletak di sebuah bukit pada ketinggian 1060 m di atas permukaan laut.

Bukit Kasur dikelilingi lembah-lembah pada sebelah barat dan selatan terdapat lembah Cibodas, sedangkan di sebelah utara dan timur terdapat lembah Cipanas.

Baca Juga: Bangunan Wisma Wisnu Wardhani di Sukabumi Saksi Bisu Perjalanan Notaris Belanda Hendrik Schotel

Layaknya Gunung Padang yang membentuk sebuah piramida, Gunung Kasur pula diperkirakan tidak dibentuk oleh alam, tetapi oleh manusia pada era Megalitikum, sehabis pembangunan Gunung Padang.

Gunung Kasur diambil dari legenda nenek moyang soal lempengan batu di puncaknya.

Lempengan batu itu bila terlihat secara seksama akan berbentuk hamparan kasur dilengkapi batuan berupa guling serta bantal.

Baca Juga: Gedung Djuang 45 Kota Sukabumi Dulunya Merupakan Hotel Victoria Milik Pengusaha Jerman

Batu-batu tersebut seperti rapi dibangun, sedangkan kasur, bantal, serta guling itu telah tertata apik semacam ranjang pada biasanya.

Tetapi uniknya kasur tersebut berbahan dari batu dan sudah pasti tidak empuk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:10 WIB
X