KLIKREAD.COM,Cinajur - Sejarah Gunung Kasur di Cianjur tidak terkait dengan legenda Sangkuriang, melainkan berasal dari bentuk topografinya yang memiliki lempengan batu di puncaknya, menyerupai kasur dan bantal.
Oleh masyarakat setempat dianggap sebagai ciri megalitik atau jejak masa lalu.
Selain itu, diyakini terdapat jejak kaki Patih Pertama Cianjur dan makam Eyang Jaya Paksi, tokoh penyebar agama Islam.
Baca Juga: Berkunjung ke Situs Gunung Padang Cianjur Serasa Berada pada Peradaban Kuno
Peninggalan megalit Gunung Kasur ini terletak di Desa Cipanas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Situs ini terletak di sebuah bukit pada ketinggian 1060 m di atas permukaan laut.
Bukit Kasur dikelilingi lembah-lembah pada sebelah barat dan selatan terdapat lembah Cibodas, sedangkan di sebelah utara dan timur terdapat lembah Cipanas.
Baca Juga: Bangunan Wisma Wisnu Wardhani di Sukabumi Saksi Bisu Perjalanan Notaris Belanda Hendrik Schotel
Layaknya Gunung Padang yang membentuk sebuah piramida, Gunung Kasur pula diperkirakan tidak dibentuk oleh alam, tetapi oleh manusia pada era Megalitikum, sehabis pembangunan Gunung Padang.
Gunung Kasur diambil dari legenda nenek moyang soal lempengan batu di puncaknya.
Lempengan batu itu bila terlihat secara seksama akan berbentuk hamparan kasur dilengkapi batuan berupa guling serta bantal.
Baca Juga: Gedung Djuang 45 Kota Sukabumi Dulunya Merupakan Hotel Victoria Milik Pengusaha Jerman
Batu-batu tersebut seperti rapi dibangun, sedangkan kasur, bantal, serta guling itu telah tertata apik semacam ranjang pada biasanya.
Tetapi uniknya kasur tersebut berbahan dari batu dan sudah pasti tidak empuk.
Artikel Terkait
Sejarah Bendungan Pintu Air Sepuluh Dibangun Kolonial Belanda untuk Balas Budi kepada Rakyat Indonesia
Sejarah Benteng Pertahanan Tangerang Hanya Tinggal Sebuah Nama Hilang Misterius Tanpa Jejak
Sejarah Monumen Lengkong Dibangun Mengenang Gugurnya Mayor Daan Mogot Bersama 34 Taruna Akademi Militer Tangerang
Sejarah Lapas Anak Wanita Tangerang Tempat Pengasingan Anak Indo Belanda yang Nakal
Masjid Agung Kota Sukabumi Mulanya Jadi Markas Pertemuan Para Pejuang Menyusun Strategi Perang
Sejarah Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi Sempat Dijadikan Gudang Balatentara Jepang
Vihara Widhi Sakti, Vihara Tertua Berusia 117 Tahun Perlindungan Masyarakat dari Wabah Kolera
Gedung Djuang 45 Kota Sukabumi Dulunya Merupakan Hotel Victoria Milik Pengusaha Jerman
Bangunan Wisma Wisnu Wardhani di Sukabumi Saksi Bisu Perjalanan Notaris Belanda Hendrik Schotel
Berkunjung ke Situs Gunung Padang Cianjur Serasa Berada pada Peradaban Kuno