opini

MAKAN BAJAMBA:TRADISI KOLEKTIF DALAM BUDAYA MINANGKABAU

Senin, 2 Juni 2025 | 15:41 WIB
Hilmi Rafika dari mahasiswa sastra Minangkabau Universitas Andalas Padang.

Ia bukan sekadar simbol dari masa lalu, melainkan jembatan yang menghubungkan masa lalu,masa kini, dan masa depan masyarakat Minangkabau dalam satu kesinambungan sosial yang utuh.

Baca Juga: Kota Tanjungpinang Raih Opini WTP ke-11, Walikota Komitmen Jalankan Tata Kelola Keuangan Transparan dan Akuntabel

Sebagai sistem nilai yang hidup, Makan Bajamba merepresentasikan jati diri masyarakat Minangkabauyang mampu menjagatradisi tanpa menolak perubahan.

Tradisi iniberhasil mempertemukan masa lalu dan masa kini dalam sebuah ruang budaya yang tetap relevan dan bermakna.

Ia bukan sekadar upacara, tetapi cermin dari karakter masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan, kesantunan, dan kesetaraan, sekaligus mampu menavigasi zaman dengan tetap menjaga akar budayanya.

Baca Juga: Tanaman Palem Merah Dipercaya Menurut Feng Shui Bisa Menangkal Malapetaka dan Energi Negatif

Dalam dunia yang semakin terdorong pada individualisme dan kecepatan, Makan Bajamba hadir sebagai pengingat bahwa keharmonisan sosial tidak dibentuk oleh kecanggihan teknologi, melainkan oleh kebijaksanaan lokal yang dijalankan secara bersama dan penuh kesadaran. ***

 

 

Halaman:

Tags

Terkini

Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB

Bencana dan Ilusi Otonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:02 WIB

Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung

Rabu, 10 Desember 2025 | 12:22 WIB