Pencegahan sejati tidak cukup hanya dengan memelototi layar digital.
Kita harus menyentuh akar yang lebih dalam, kerentanan jiwa.
Keluarga, sekolah, dan lingkungan harus bertransformasi menjadi benteng literasi emosional. Kita perlu mengajarkan anak-anak kita tentang definisi cinta yang sehat, tentang keberanian menetapkan batasan, dan tentang intuisi untuk mengenali manipulasi sejak tatapan pertama.
Baca Juga: Penataan SDM BP Batam, 681 Orang Terima SK Pegawai Tetap
Agar kelak, tidak ada lagi dawai masa depan yang harus putus, meninggalkan lagu yang tak pernah selesai dimainkan. ***
Penulis : Nadia Anastasya, Mahasiswa Ilmu Hukum UMRAH
Artikel Terkait
BUMD KEMARITIMAN BINTAN SEBAGAI WUJUD PENGUATAN DESENTRALISASI EKONOMI DAERAH
PEMBANGUNAN TANPA NURANI: KAMMI BATAM TOLAK PENGHILANGAN RUANG HIDUP NELAYAN DI BALIK PP 25/2025
DESENTRALISASI di TITIK TERLUAR? MENJAWAB SUARA dari KECAMATAN TAMBELAN yang TERABAIKAN
Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung
Bencana dan Ilusi Otonomi
Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada
Hasil TKA: Data Jujur untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan
Soroti KUHP Baru, Mahasiswa Hukum Tekankan Pentingnya Pengawalan
Harapan BEM FISIP UMRAH untuk Kota Tanjungpinang di Hari Jadi ke-242
AGP Lanjutkan Pasar Murah 2026, Upaya Nyata Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat Paling Membutuhkan