Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB
Nadia Anastasya, Mahasiswa Ilmu Hukum UMRAH
Nadia Anastasya, Mahasiswa Ilmu Hukum UMRAH

Namun, di balik label itu, tersembunyi belenggu manipulasi dan hasrat untuk menguasai. Hubungan itu terlihat normal di permukaan, namun di dalamnya, kemerdekaan jiwa sang korban sedang dikikis perlahan-lahan.

Luka yang Disiram Cuka

Dan betapa kejamnya dunia ini, ketika korban yang jatuh tersungkur justru dilempari batu.

Baca Juga: Untuk Ramalan Zodiak Libra Rabu, 14 Januari 2026: Perhatikan Kesehatan Pencernaan

Fenomena victim blaming adalah hantu yang memperparah mimpi buruk itu.

Dalam lembar ke-194 Bab 22 Broken Strings, Aurelie melukiskan perihnya momen itu, ketika seorang pengacara, alih-alih membela lukanya, justru menyudutkannya perihal surel bermuatan asusila kepada Bobby.

Di titik ini, korban diletakkan di kursi pesakitan, dituduh "mengundang" bencana, dan dianggap lalai.

Kita lupa atau pura-pura lupa bahwa mereka adalah jiwa yang sedang berjalan di bawah tekanan psikologis yang tak kasat mata.

Baca Juga: Untuk Ramalan Zodiak Cancer Rabu, 14 Januari 2026: Anda Cenderung Sensitif

Penghakiman sosial semacam ini tidak hanya merobek luka lama, tetapi juga membungkam mulut korban lain. Ketakutan akan dihakimi membuat mereka memilih menelan rasa sakit itu sendirian, dalam diam yang mencekam.

Membangun Benteng Bernama Rumah

Tragedi Aurelie adalah pengingat keras bahwa grooming tidak memilih wajah, ia bisa mengetuk pintu siapa saja.

Maka, tugas kita bukanlah menjadi hakim, melainkan menjadi telinga yang mendengar tanpa prasangka. Kita perlu menyediakan ruang aman, tempat di mana rasa takut tidak lagi berkuasa.

Baca Juga: Pemko Tanjungpinang Nyatakan Komitmen Dukung Program Era Baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 33

Lantas, bagaimana kita menjaga tunas-tunas ini agar tidak patah sebelum mekar?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB

Bencana dan Ilusi Otonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:02 WIB

Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung

Rabu, 10 Desember 2025 | 12:22 WIB
X