Perlu saya sampaikan 66 negara berada dalam posisi rentan, 345 juta orang di 82 negara sudah masuk menderita kekurangan pangan akut. Ini yang semua Kapolda Kapolres pejabat utama Polri harus tahu. Keadaan situasi seperti ini harus ngerti, sehingga punya sense of crisis yang sama. Hati-hati dengan ini. Oleh sebab itu saya ingatkan masalah gaya hidup, lifestyle, jangan sampai dalam situasi yang sulit ada letupan-letupan sosial karena adanya kecemburuan sosial ekonomi, kecemburuan sosial ekonomi, hati hati.
Baca Juga: Konpers Kapolri Mengenai Dugaan Keterlibatan Irjen Pol Teddy Minahasa Menjual Barang Bukti Narkoba
Saya ingatkan yang namanya Kapolres, Kapolda yang namanya seluruh pejabat utama, perwira tinggi ngerem total, masalah gaya hidup, jangan gagah-gagahan karena merasa punya mobil bagus atau motor gede yang bagus. Hati-hati. Saya ingatkan hati-hati. Masanya yang lalu-lalu sudah usai, teknologi sekarang ini menyebabkan interaksi sosial berubah total. Sosial media bisa mengabarkan bukan hanya TV, bukan hanya media cetak, media online,. Pribadi-pribadi kita sekarang bisa menjadi surat kabar, bisa menjadi media yang setiap saat bisa memunculkan perilaku-perilaku kita kayak apa meskipun sembunyi-sembunyi. Saya terlalu banyak mendapat laporan sehingga kembali lagi gaya hidup urusan kecil-kecil tetapi itu bisa mengganggu kepercayaan terhadap Polri.
Urusan mobil, urusan motor gede, urusan yang remeh temeh, sepatunya apa, bajunya apa dilihat masyarakat sekarang ini. Itu yang kita harus mengerti dalam situasi dunia yang penuh dengan keterbukaan dan keluhan masyarakat terhadap anggota Polri kita ini tugas Saudara semuanya. Jadi keluhan masyarakat terhadap Polri 29,7% itu, ini sebuah persepsi karena pungli. Tolong ini anggota-anggota semua diredam untuk ini. Sewenang-wenang, tolong ini juga diredam.
Baca Juga: 10 Inspirasi Desain Dapur Minimalis yang Begitu Manis dan Cozy Abis, Pilih Aja Mom!
Pendekatan-pendekatan yang represif jauhi. Mencari-cari kesalahan, nomor yang ketiga, 19,2% dan yang keempat hidup mewah, yang tadi sudah saya sampaikan karena Bapak Ibu dan Saudara sekalian itu adalah aparat penegak hukum yang paling dekat dengan rakyat, paling dekat dengan masyarakat, dan paling sering interaksi dengan masyarakat, jadi ingatkan anggota-anggota, selalu dibriefing seluruh anggota dan ingatkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, ingatkan mereka. Jangan sampai karena ketidakcepatan kita, rasa aman dan nyaman masyarakat itu, menjadi terkurangi atau hilang. Karena apapun Polri adalah pengayom masyarakat. Hal- hal yang kecil-kecil tolong dilayani betul. Masyarakat kehilangan sesuatu harus direspons cepat. sehingga rasa terayomi dan rasa aman itu menjadi ada.
Yang ketiga, yang berkaitan dengan soliditas, ini sudah masuk tahun politik karena pemilu sudah berjalan sejak Juni lalu. Harus ditunjukkan soliditas di internal Polri dulu, rampung kemudian baru soliditas Polri dan TNI. Itu yang akan mengurangi tensi politik ke depan. Soliditas, harus ada kepekaan. Posisi politik ini seperti apa sih? Karena Saudara adalah pimpinan tertinggi di wilayah masing-masing, sense of politicnya juga arus ada. Tidak bermain politik, tetapi ngerti masalah politik karena memang kita akan masuk ke dalam tahapan tahun politik.
Kalau dilihat Polri solid kemudian bergandengan dengan TNI solid, saya bolak balik menyampaikan, saya memberikan jaminan stabilitas keamanan kita, stabilitas politik kita pasti akan baik. Nggak ada yang berani coba-coba, kalau coba-coba ya tegas aja.
Baca Juga: Launching Perdana Penimbangan Sampah di Bank Sampah BI Clean SDIT Bina Insani Waringinkurung
Yang keempat berkaitan dengan kesamaan visi, saya kira yang berkaitan kebijakan organisasi jangan terkesan kita ini gamang. Sebagai pemimpin-pemimpin di wilayah baik itu di provinsi, kabupaten dan kota jangan gamang, apalagi cari selamat. Yakin, sesuai dengan prosedur, yakin sesuai dengan SOP, yakin sesuai dengan undang-undang, lakukan. Visi presisi, Pak Kapolri, saya minta juga tidak usah njelimet-njelimet. Tolong disederhanakan, sehingga yang di bawah itu ngerti apa yang harus dijalankan. Apa sih kalau disederhanakan? Ya tadi, yang Kapolri sampaikan tadi: Polri sebagai pelindung, Polri sebagai pengayom, dan Polri sebagai pelayan masyarakat. Intinya ke sana. Presisinya tuh apa, jelasin, sekali lagi, secara sederhana dan jelas sehingga gampang ditangkap visi itu.
Baca Juga: Skutik Ala Adventure dari Honda: Intip Kelebihan dan Kekurangan Honda BeAT Street di Sini!
Yang kelima yang berkaitan dengan pendekatan hukum jangan sampai pemerintah dianggap lemah, jangan sampai Polri dianggap lemah. Saya sudah perintahkan kepada Kapolri urusan judi online bersihkan. Saya nggak usah bicara banyak. Saudara tahu semuanya, perintah ini tahu dan penegakan hukum untuk yang berkaitan dengan narkoba. Ini yang akan nanti bisa mengangkat kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan kalau ada sebuah peristiwa itu segera dirancang komunikasinya yang baik. Komunikasi publik itu penting banget. Jangan terlambat, jangan lamban sehingga yang muncul nanti kalau lamban yang muncul isu-isu lain.