KLIKREAD - Hari Jumat (14/10), TGIPF Tragedi Kanjuruhan Malang melaporkan hasil penyelidikan dan penggalian informasi kepada Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan siang tadi.
Ketua TGIPF Mahfud MD membawa paparan rekomendasi dari TGIPF setebal 124 halaman kepada Presiden Jokowi mengenai perihal Tragedi Kanjuruhan Malang dan rekomendasi perbaikan dunia sepakbola Indonesia dari sisi pelaksanaan, keamanan, dan pembenahan menyeluruh.
Baca Juga: Konpers Kapolri Mengenai Dugaan Keterlibatan Irjen Pol Teddy Minahasa Menjual Barang Bukti Narkoba
Seperti kita ketahui, Presiden Jokowi sendiri sudah berkomunikasi dengan FIFA terkait masa depan sepakbola Indonesia. FIFA dan pemerintah sepakat akan membentuk tim transformasi sepakbola Indonesia yang bertujuan memperbaiki, mengawasi, mengaudit, dan mendampingi para stakeholder dunia sepakbola Indonesia, dalam hal ini PSSI, PT LIB, Klub Sepakbola, dan suporter.
Baca Juga: Kabar Panas Kembali Berhembus di Lingkungan Polri, Irjen Teddy MP, Tertangkap Kasus Narkoba
Kemudian seperti dalam keterangan persnya setelah menyerahkan laporan dan rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan Malang, Mahfud MD menyampaikan beberapa hal, salah satunya adalah mengenai tugas Polri dalam Tragedi Kanjuruhan Malang ini.
Seperti dilansir dalam laman PMJ News, keterangan pers Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan Malang, Mahfud MD mengatakan Presiden Jokowi meminta Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit, agar melanjutkan penyelidikan terkait peristiwa yang menewaskan 132 orang tersebut.
"Yang tadi digarisbawahi Bapak Presiden, Polri supaya meneruskan penyelidikan tindak pidana terhadap orang-orang lain yang juga diduga kuat terlibat dan harus ikut bertanggung jawab secara pidana," ungkap Mahfud MD di depan wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (14/10/2022).
Menurut Mahfud MD, TGIPF menemukan temuan yang bisa didalami saat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, "TGIPF punya banyak temuan-temuan indikasi untuk bisa didalami oleh Polri," ujarnya.
"Adapun tanggung jawab moral dipersilakan masing-masing melakukan langkah-langkah yang dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia Indonesia yang berkeadaban," terangnya.
Sebelumnya, Mahfud MD mengatakan pihaknya telah mengantongi bukti berupa rekaman CCTV tragedi Kanjuruhan. Mahfud menyatakan Tragedi Kanjuruhan Malang lebih mengerikan dari banyak video yang beredar di platform medsos.
Artikel Terkait
Mahfud MD, Ada Kebiasaan Saling Lempar Tanggung Jawab, Antara PSSI, PT LIB, Pihak Televisi, dan Panpel
Respon Shin Tae-yong Terhadap Tragedi Kanjuruhan Malang, 'Saya Akan Mundur Jika Ketua Umum PSSI Mundur'
TGIPF Menyerahkan Hasil Rekomendasi Tragedi Kanjuruhan Malang, PSSI Harus Bertanggung Jawab, Resmi dan Moral
Kabar Panas Kembali Berhembus di Lingkungan Polri, Irjen Teddy MP, Tertangkap Kasus Narkoba
Konpers Kapolri Mengenai Dugaan Keterlibatan Irjen Pol Teddy Minahasa Menjual Barang Bukti Narkoba