KLIKREAD - Ketua TGIPF Mahfud MD hari ini di lingkungan Istana Kepresidenan, Rabu (12/10), mengatakan bahwa dalam kasus Tragedi Kanjuruhan Malang ada kebiasaan saling lempar tanggung jawab.
Saling lempar tanggung jawab tersebut terjadi antara, panpel pertandingan, PSSI, PT LIB, dan pemegang hak siar televisi.
Sebagai ketua tim TGIPF, Mahfud MD sudah merangkum hasil pemeriksaan berbagai pihak, termasuk dari suporter Aremania.
Baca Juga: Emmanuel Petit, Mbappe itu Annoying Banget, Merasa Lebih Tinggi Dari Klubnya Sendiri
Kerja TGIPF ini menurut Mahfud MD akan diserahkan kepada Presiden Jokowi pada hari Jumat lusa (14/10) sebelum ada pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Presiden FIFA yang dijadwalkan tanggal 18 Oktober di Jakarta.
Mahfud MD menambahkan terkesan ada pengelakan tanggung jawab dari masing-masing pihak yang sudah diperiksa.
Pengelakan tersebut fokus pada isu mengenai alasan mengapa pertandingan Liga 1 dilaksanakan di malam hari, terutama pada saat pertandingan antara Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober lalu yang berbuntut pada kejadian Tragedi Kanjuruhan Malang.
Seperti dilansir dari laman antaranews.com, Mahfud MD yang juga sebagai Menkopolhukam, mengatakan, "Yang kami rasakan sekarang ada saling lempar tanggung jawab. Kata PSSI bilangnya sudah ke LIB, LIB bilang sudah ke panpel, kemudian panpel juga macam-macamlah. Broadcast (atau pihak televisi pemegang hak siar Liga 1), juga sama, saling lempar."
Kemudian beliau menambahkan bahwa aturan-aturan formal membuat mereka lincah berlindung dengan aturan yang mereka buat sendiri. Padahal menurut Mahfud MD aturan tersebut tidak substansial dari sisi hukum.
Sebagai orang hukum, tentunya Mahfud MD paham sekali mengenai permainan melindungi diri dengan dasar aturan yang dibuat sendiri. TGIPF akan mengungkapkan kebenaran substansial terkait dengan Tragedi Kanjuruhan Malang, serta pihak-pihak pemangku kepentingan dalam kegiatan Liga 1 harus bertanggung jawab.
Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Liga Champions Nanti Malam, Ada Barcelona vs Inter Milan, Yuk Simak
"Kalau kebenaran formalnya, sudahlah masing-masing punya punya pasal, masing-masing punya kontrak. Akan tetapi, keadilan substantifnya dan kebenaran substansialnya itulah yang akan digali TGIPF dan itu yang akan disampaikan kepada presiden," lanjut Mahfud MD menjelaskan target dari TGIPF.
Artikel Terkait
Presiden FIFA, Gianni Infantino Akan Bertemu Presiden Jokowi Tanggal 18 Oktober Membahas Sepakbola Indonesia
Jadwal dan Link Live Streaming Liga Champions Nanti Malam, Ada Barcelona vs Inter Milan, Yuk Simak
TGIPF Akan Menyerahkan Hasil Laporan Pemeriksaannya Kepada Presiden Jokowi Sebelum Bertemu Dengan FIFA
Legenda Timnas Prancis, Thierry Henry, Menyarankan Mbappe Agar Dahulukan Kepentingan Tim Dibandingkan Drama
Emmanuel Petit, Mbappe itu Annoying Banget, Merasa Lebih Tinggi Dari Klubnya Sendiri