KLIKREAD - Hari Jum'at (14/10/2022) Presiden Jokowi mengumpulkan seluruh unsur pimpinan Polri dari daerah. Seluruh Kapolda dan Kapolres hadir di Istana Merdeka untuk mendengarkan arahan Presiden Jokowi mengenai reformasi mental di tubuh kepolisian.
Memang akhir-akhir ini institusi Polri banyak mendapat sorotan tajam masyarakat dikarenakan pola dan gaya hidup pejabat Polri dan istrinya yang kerap memamerkan kekayaan di sosial media.
Baca Juga: Kapolri Tinjau Langsung Pemulangan Bos Judi Online Apin BK di Bandara Soekarno Hatta
Selain itu masyarakat juga menilai bahwa banyaknya kasus yang melibatkan pejabat polri selevel bintang dua seperti, kasus Ferdy Sambo, hingga yang terbaru Irjen Pol Teddy Minahasa Putra membuat masyarakat berang dan mendesak agar dilakukan revolusi mentalitas di dalam tubuh kepolisian nasional kita.
Baca Juga: Rangkuman Lengkap Rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan Malang Yang Diberikan Kepada Presiden Jokowi
Dengan adanya atensi dan desakan masyarakat yang begitu dan makin dekatnya pesta demokrasi awal 2024 nanti, Presiden Jokowi perlu membekali kepada seluruh jajaran Polri di daerah agar menjaga kesatuan dan bisa mengantisipasi adanya gesekan politik identitas di masyarakat yang bisa membuat adanya disintegrasi di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan diatas, hadir pula Menkopolhukam, Mahfud MD, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan jajaran petinggi Mabes Polri.
Berikut ini arahan dari pidato lengkap Presiden Jokowi pada kegiatan pengarahan kepada jajaran petinggi Polri seperti yang dikutip dari YouTube Setpres:
Pertama-tama saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi atas kerja keras Polri beserta seluruh jajaran TNI, jajaran pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat dalam menangani COVID. Itu dilihat masyarakat dan itu juga saya lihat dan saya rasakan. Kerja keras itu dan hasilnya juga sangat signifikan. Sampai hari ini yang mendorong paling kuat memang ada dari Polri telah 440 juta dosis vaksin yang telah disuntikkan kepada masyarakat dan hasilnya pandemi COVID mereda dan hasilnya ekonomi kita bisa tumbuh 5,44 persen, dan hasilnya indeks kepercayaan masyarakat juga menempatkan Polri di puncak teratas pada saat itu.
Tetapi begitu ada peristiwa FS runyam semuanya dan jatuh ke angka yang paling rendah. Dulu dibandingkan institusi-institusi penegak hukum yang lain tertinggi sekarang Saudara harus tahu menjadi terendah. Ini yang harus dikembalikan lagi dengan kerja keras Saudara sekalian. Di November itu masih 80,2 sangat tinggi sekali, bukan tinggi, sangat tinggi sekali. Sekarang kemarin Agustus berada di 54, jatuh, turun sangat rendah sekali. Begitu lah pekerjaan berat yang Saudara harus kerjakan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri di tengah situasi yang juga tidak mendukung saat ini. Kita tahu semua negara sedang sulit, dunia sedang sulit, kita ini menakhodai negara ini juga menghadapi gelombang dan badai dari ekonomi global yang tidak gampang.
Baca Juga: Emmanuel Petit, Mbappe itu Annoying Banget, Merasa Lebih Tinggi Dari Klubnya Sendiri
Artikel Terkait
Konpers Kapolri Mengenai Dugaan Keterlibatan Irjen Pol Teddy Minahasa Menjual Barang Bukti Narkoba
Ketua TGIPF: Kapolri Diminta Presiden Untuk Terus Lakukan Penyelidikan Dalam Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang
Rangkuman Lengkap Rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan Malang Yang Diberikan Kepada Presiden Jokowi
Kapolri Tinjau Langsung Pemulangan Bos Judi Online Apin BK di Bandara Soekarno Hatta