Cerita Horor Lawang Sewu: Seribu Pintu Beribu Hantu, Ada Noni Belanda yang Selalu Setia Berdiri di Beranda

photo author
Lala Sari Endah, Klik Read
- Sabtu, 15 Oktober 2022 | 14:30 WIB
Lawang Sewu dengan cerita horor di baliknya. (Foto : Instagram@putu.agung.353)
Lawang Sewu dengan cerita horor di baliknya. (Foto : [email protected])

KLIKREAD - Warga Semarang tentu akrab dengan Lawang Sewu, bangunan estetik dengan sederet cerita horor.

Di era Kolonial, Lawang Sewu adalah kantor kereta api yang dikelola Belanda.

Tampilan fisik bangunan Lawang Sewu di Semarang yang cantik ini membuat banyak orang meliriknya, tetapi kesan horor akan hadir ketika malam hari.

Baca Juga: MAKIN GAHAR! Ada yang Baru dari Kawasaki ZX 25R 2023, Makin Canggih, Dibanderol Seratus Jutaan

Bergaya artdeco ala Eropa, Lawang Sewu memang sangat instagrammable, terutama pada siang hari.

Namun, kesan cantik itu akan berubah menjadi horor ketika malam hari.

Nama Lawang Sewu disematkan karena bangunan ini memiliki banyak pintu (lawang), sedangkan sewu artinya seribu.

Baca Juga: Suzuki Brugman Street EX 125 Tampil Elegan, Siap Melawan Dominasi Skutik Maxi Honda dan Yamaha

Nah, dari tiap pintu-pintu tersebut banyak cerita horor yang mengikutinya, terutama di bagian bawah tanah tersebut.

Konon, di sini sering muncul penampakan-penampakan yang tidak ingin dilihat oleh sebagian orang bernyali kecil.

Dilansir dari JemberNetwork.com, diceritakan cerita horor munculnya arwah Noni Belanda tersebut diawali ketika tentara Jepang masuk menyerbu gedung kemudian dijadikan basis peristirahatan tentara Jepang.

Baca Juga: Skutik Ala Adventure dari Honda: Intip Kelebihan dan Kekurangan Honda BeAT Street di Sini!

Kala itu terjadi pemerkosaan tentara Jepang terhadap sekitar 20 Noni Belanda. Diantara 20 Noni tersebut ada 10 yang masih perawan dan 10 lagi sudah menikah.

Konon setelah diperkosa oleh tentara Jepang tersebut maka kemudian 20 Noni tersebut dipenggal kepalanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lala Sari Endah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X