Ia kembali menegaskan semua pihak harus menghargai pengusulan tersebut.
"Iya, biasa dalam negara demokrasi ada pro kontra, ada yang setuju, ada yang tidak setuju saya kira biasa.
Tapi yang jelas ini kan ada tim, ada timnya, para pakar yang juga memiliki pertimbangan-pertimbangan yang kita semua harus menghargainya," jelasnya.
Jokowi juga sepakat dengan konsep mikul dhuwur mendhem jero (menjunjung tinggi hal baik dan memendam hal buruk) untuk para pemimpin sebelumnya.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Pemberdayaan
Kementerian Sosial (Kemensos) pada tahun ini telah mengajukan 40 nama tokoh nasional kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa.
Dan Tanda Kehormatan (GTK) untuk dipertimbangkan menjadi pahlawan nasional.
Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan yang juga Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan saat ini total ada 49 nama yang diusulkan mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Dan 9 lainnya merupakan bawaan atau carry over dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Masa Mudanya ‘Anker’: Transportasi Umum Penting bagi Kehidupan Modern
Selain Soeharto dan Gus Dur, sejumlah tokoh lain yang diusulkan antara lain aktivis buruh Marsinah, Jenderal (Purn) M. Jusuf, Ali Sadikin.
Dan juga KH Bisri Syansuri, Syaikhona Kholil Bangkalan, serta Prof Mochtar Kusumaatmadja.***