KLIKREAD.COM, Makasar - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) marah saat meninjau langsung lahan miliknya seluas 16,4 hektare kini menjadi objek sengketa dan diduga telah diambilalih..
Lahan tersebut berada di Jalan Metro Tanjung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
JK mengklaim kepemilikan sah atas tanah tersebut dan menuding adanya upaya perampokan serta permainan mafia tanah yang melibatkan pihak lain.
Baca Juga: 24 Nama Prioritas Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional dari 49 Nama yang Dibahas
"Saya mau lihat, saya punya tanah. Itu kesimpulannya," ujar JK kepada wartawan di lokasi, Rabu 5 November 2025.
JK terlihat marah dan menegaskan memiliki bukti legalitas yang kuat dan lahan tersebut dibeli langsung dari ahli waris raja Gowa sekitar 35 tahun lalu.
"Sudah sertifikat ada, jual belinya 35 tahun lalu, saya sendiri yang beli," kata mantan Ketua Umum Golkar tersebut.
Baca Juga: Kapasitas KRL Jabodetabek Tinggi, Pemerintah Pesan 23 Set Kereta untuk Pecahkan Persoalan
JK membantah memiliki hubungan hukum dengan pihak PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) terkait sengketa ini.
Menurutnya, pihak yang dituntut oleh GMTD adalah sosok yang ia ragukan kapasitasnya.
"Karena yang dituntut itu siapa namanya? Majo 'Balang? Itu penjual ikan kan.
Masa penjual ikan punya tanah seluas ini? Jadi itu kebohongan, rekayasa, macam-macam," katanya.
Baca Juga: Jelang Nataru, Prabowo Minta PT KAI Cek Jalur Rawan
Bahkan, JK secara terbuka menuding adanya campur tangan mafia tanah di balik sengketa ini.
Artikel Terkait
Prabowo Perintahkan TNI Tambah Modul Ambulans dan Kebakaran Hutan untuk Pesawat A400M
MKD DPR RI Hanya Beri Hukuman Sanksi Ahmad Sahroni Nonaktif 6 Bulan
MKD DPR RI Putuskan Adies Kadir dan Uya Kuya Tak Langgar Kode Etik
Targetkan Nol Persen Kemiskinan Ekstrim, Pemerintah akan Bagi-bagi Tanah ke Warga
Kemenkes Imbau Warga Berhati-hati di Musim Hujan Kasus Influenza dan ISPA Naik
Menko Pangan akan Tempatkan Penanggung Jawab MBG Tiap Daerah
Ternyata Gegara Minta Jatah Fee Anggaran, Gubernur Riau Abdul Wahid Ditangkap KPK
Jelang Nataru, Prabowo Minta PT KAI Cek Jalur Rawan
Kapasitas KRL Jabodetabek Tinggi, Pemerintah Pesan 23 Set Kereta untuk Pecahkan Persoalan
24 Nama Prioritas Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional dari 49 Nama yang Dibahas