nasional

Jika Tidak Ada Itikad Baik, MPII Minta KPI Cabut Izin Trans7

Rabu, 15 Oktober 2025 | 19:49 WIB
Wakil Ketua Umum MPII Hamam Asyari./net

KLIKREAD.COM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Hamam Asyari, meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menindak secara tegas terhadap media Trans7 secara kelembagaan.

Bahkan bila perlu mencabut perizinan jika tidak ada itikad baik.

Permintaan Hamam Asyari ini terkait tayangan video santri ngesot yang semapat viral.

Baca Juga: Polda Kepri Gelar FGD untuk Cari Solusi Konflik Lahan dan Dukung Investasi di Kepulauan Riau

Polemik terkait video santri ngesot dan kiai terima amplop yang tayang di stasiun televisi Trans7 terus menggelinding.

Bahkan aksi demonstrasi merespons video kontroversi itu bermunculan.

Umat Islam, khususnya para santri diimbau untuk tenang dan tidak terprovokasi.

Baca Juga: Kenalkan Istrinya dengan Santai, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Bini Gua

Imbauan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Hamam Asyari.

"Kami juga berharap para santri tetap tenang dan mengedepankan tabayun terhadap Trans7 dan para pihak lainnya atas tayangan hoaks dan fitnah tersebut," ujar Hamam dalam keterangannya, Rabu 15 Oktober 2025.

Dia lantas menyampaikan tuntutan kepada pihak Trans7 atas tayangan yang dianggap hoaks dan fitnah terhadap kiai, khususnya Dzuriyah Pesantren Lirboyo serta pesantren lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Prabowo: Puluhan Tahun Indonesia Konsisten Bela Palestina

Hamam menyatakan, MPII menuntut pihak stasiun televisi untuk meminta maaf secara langsung.

Bahkan tidak sebatas lewat ucapan, tetapi dengan sungkem kepada Kiai dan Dzuriyah Pesantren Lirboyo.***

Tags

Terkini