Dan dampaknya bisa jauh lebih serius dibandingkan anak tanpa komorbid," katanya.
Anak-anak dengan penyakit jantung bawaan, gangguan paru kronis, gangguan metabolik, kelainan saraf, gangguan imunitas, hingga obesitas dan diabetes.
Disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami perburukan kondisi bila terinfeksi influenza subclade K.
Selain faktor virus, dr Piprim juga menyoroti kondisi lingkungan yang dinilai kurang ideal.
Banjir dan bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Pelindo Multi Terminal Pastikan Layanan Pelabuhan Tetap Berjalan Optimal di Periode Libur Nataru
Terutama di Sumatera dan Kalimantan Selatan, berpotensi mempercepat penyebaran penyakit menular.
"Kita sedang menghadapi banjir dan banyak bencana di beberapa wilayah.
Kita turut prihatin terhadap saudara-saudara kita dan jangan sampai kondisi ini diperberat dengan tambahan kasus influenza," ucap dr Piprim lagi.
Baca Juga: Jokowi Disebut akan Maafkan Roy Suryo CS, Namun Proses Hukum Tetap Berjalan,
Situasi pengungsian, keterbatasan sanitasi, dan kepadatan hunian dinilai dapat meningkatkan risiko penularan, khususnya pada anak-anak.***
Artikel Terkait
Hilmi Riau Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang di Sumbar
Gempa Bumi Bermagnitudo 3.2 Guncang Barat Laut, Sarmi, Papua
Menkeu Purbaya Sebut Dana untuk Penangan Bencana Banjir Bandang dan Longsor Wilayah Sumatera, Mencukupi
Tangani Bencana Alam, Presiden RI Prabowo Subianto Tegaskan Tidak Ada Kata Lelah bagi Pesonel TNI
Wacana Pilkada melalui DPRD, Komisi II DPR RI Sebut Telah Memiliki Dasar Konstitusi Kuat
Jokowi Disebut akan Maafkan Roy Suryo CS, Namun Proses Hukum Tetap Berjalan,
Pelindo Multi Terminal Pastikan Layanan Pelabuhan Tetap Berjalan Optimal di Periode Libur Nataru
Kitab KUHP Berlaku Hari Ini, Hina Martabat Presiden dan Wakilnya Bisa Dipenjara 3 Tahun Enam Bulan
Warga Sibolga Mulai Khawatir, Sungai Aek Doras Kembali Meluap
Polri Siap Implementaskan, Kabareskrim Polri Tandatangani Pedoman KUHP dan KUHAP Baru