KLIKREAD.COM, Kolaka - Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kolaka, Sulawesi Tenggara, Bambang Punto Herdiyanto, resmi dinonaktifkan dari jabatannya.
Penonaktifan ini menyusul terungkapnya kasus pemerasan yang diduga melibatkan warga binaan pemasyarakatan (napi) dengan modus video call sex berkedok anggota TNI Angkatan Laut.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tenggara, Sulardi, menjelaskan langkah ini untuk mempermudah proses pemeriksaan internal.
Baca Juga: 205.000 Rumah Subsidi Sudah Terserap Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah
"Karutan dinonaktifkan dulu karena dalam pemeriksaan internal dari Kanwil dan Patnal Pusat," ujar Sulardi seperti dilansir Antara, Kamis, 30 Oktober 2025
Tidak hanya kepala rutan, pihaknya juga memeriksa seorang sipir yang diduga membantu menyelundupkan ponsel ke dalam blok tahanan.
Ponsel itulah yang digunakan napi berinisial WL untuk menjalankan aksinya.
Baca Juga: MKD Sepakat Lanjutkan Sidang Etik Ahmad Sahroni dan Empat Anggota DPR RI Lainnya
"Kita juga dari kanwil memeriksa, makanya kita nonaktifkan. Untuk pegawai sipir tersebut, kita tarik juga ke kanwil.
Kita menunggu status yang bersangkutan. Kalau menjadi tersangka, kita harus tunggu proses hukumnya dulu," ujar Sulardi.
Sulardi mengungkapkan, pihaknya akan melakukan sidang kode etik jika ditemukan indikasi pelanggaran.
Baca Juga: Polisi Diduga Catcalling Wanita yang Viral di Jaksel Telah Dijatuhi Sanksi
Sanksi terberat yang bisa dijatuhkan adalah pemberhentian atau pemecatan, terlebih jika yang bersangkutan telah tersangkut pidana.
"Kami menunggu pemeriksaan dari polres. Jika dari polres sudah selesai, kita hadapkan ke Patnal.
Artikel Terkait
Presiden Investasikan Hasil Penyitaan Kejahatan untuk Bantu Pendidikan
Menko PM Minta Rp1.000 Triliun dari Sisa Uang Negara Hasil Efisiensi untuk Anggaran Perlinsos
Rekrut 80.000 Fresh Graduate, Program Magang Kerja Digaji Batch 2 Dibuka
Prabowo Tekankan 3 Tugas Utama Polri: Pemberantasan Narkoba, Penyelundupan, dan Judi Online
PT KCIC Pamerkan Kenaikan Penumpang Kereta Cepat Whoosh Capai 5,1 Juta
Sertifikasi Halal Dinilai Langkah Menuju Indonesia Pusat Halal Dunia
Ribuan Guru Madrasah Unjuk rasa Tuntut Kemenag Menuntut Lanjutkan Program Inpasing
Polisi Diduga Catcalling Wanita yang Viral di Jaksel Telah Dijatuhi Sanksi
MKD Sepakat Lanjutkan Sidang Etik Ahmad Sahroni dan Empat Anggota DPR RI Lainnya
205.000 Rumah Subsidi Sudah Terserap Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah