Asisten Kapolri Cari Alat untuk Deteksi Anggota Polisi Intoleransi Hingga LGBT

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:30 WIB
 Ilustrasi.Polri cari alat deteksi anggota terindikasi LGBT./net
Ilustrasi.Polri cari alat deteksi anggota terindikasi LGBT./net

Oleh sebab itu, Anwar mengatakan untuk mengantisipasi adanya paparan paham radikal, Polri rutin untuk menggelar kegiatan agama setiap hari Kamis.

Baca Juga: KPK Telah Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh sejak Awal Tahun

Ia menekankan peranan media sosial untuk dimanfaatkan melawan penyebaran paham radikal.

"Mereka bisa mencuci otak dengan medsos, maka kita juga gunakan medsos untuk mencuci otak anggota kita yang benar. Untuk mengimbangi," ujarnya.

Selain masalah radikalisme, Anwar mengatakan masalah lainnya yang menjangkiti Polri yakni LGBT.

Hingga kini, dia mengaku masih kesulitan untuk mendeteksi anggota yang terpapar LGBT.

Baca Juga: Akhirnya Sandra Dewi Cabut Gugatan Keberatan Penyitaan Aset Terkait Kasus Dugaan Korupsi Timah Harvey Moeis

Ia bahkan mengaku sedang mencari alat yang dapat mendeteksi LGBT.

Sebab, kata dia, proses deteksi melalui jejak digital masih sulit dilakukan.

"Saya masih mencari, di mana alat untuk bisa mendeteksi itu. Rupanya kita belum punya.

Mungkin nanti kita mencari ke situ (teknologi)" jelasnya.

Lebih lanjut, Anwar menegaskan seluruh anggota yang terpapar LGBT sudah dikenakan sanksi berupa Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Baca Juga: Jelang Sidang Vonis di PN Jaksel, Artis Nikita Mirzani: Happy

Ia memastikan tidak ada toleransi bagi pelanggaran apapun yang dilakukan anggota.

"Polisi sekarang tidak mentoleran hal seperti itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X