Rumah-rumah di daerah ini di bangun hanya dengan menggunakan bambu, anyaman alami dan kayu.
Arsitek bangunan di kampung ini juga tidak menggunakan paku atau bahan modern yang lainnya.
Baca Juga: Berkunjung ke Situs Gunung Padang Cianjur Serasa Berada pada Peradaban Kuno
Penduduk di kampung ini, merupakan masyarakat yang sangat religius, dan Islam adalah agama utama yang di anut oleh penduduknya.
Uniknya, terdapat satu bangunan mesjid yang berusia ratusan tahun.
Mesjid ini juga di bangun dengan bahan-bahan alami seperti kayu dan bambu.
Baca Juga: Bangunan Wisma Wisnu Wardhani di Sukabumi Saksi Bisu Perjalanan Notaris Belanda Hendrik Schotel
Kampung Naga ini terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Tasikmalaya.
Walaupun akses menuju kampung ini bisa di katakan tidak mudah, namun rasa lelah akan tergantikan dengan keindahan pemandangannya di kawasan kampung.***
Artikel Terkait
Masjid Agung Kota Sukabumi Mulanya Jadi Markas Pertemuan Para Pejuang Menyusun Strategi Perang
Sejarah Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi Sempat Dijadikan Gudang Balatentara Jepang
Vihara Widhi Sakti, Vihara Tertua Berusia 117 Tahun Perlindungan Masyarakat dari Wabah Kolera
Gedung Djuang 45 Kota Sukabumi Dulunya Merupakan Hotel Victoria Milik Pengusaha Jerman
Bangunan Wisma Wisnu Wardhani di Sukabumi Saksi Bisu Perjalanan Notaris Belanda Hendrik Schotel
Berkunjung ke Situs Gunung Padang Cianjur Serasa Berada pada Peradaban Kuno
Gunung Kasur Menyimpan Sejarah Jejak Kaki Patih Pertama Cianjur dan Makam Eyang Jaya Paksi
Wisata Edukasi Kampung Budaya Padi Pandanwangi Cianjur Mengenal Padi Pandan Wangi Varietas Javanica yang Cukup Terkenal
Sejarah Berdirinya Istana Cipanas Cianjur, Dulunya Tempat Peristirahatan Gubernur Jenderal Belanda
Wisata Sejarah Makam Dalem Cikundul Bupati Pertama Pendiri Kabupaten Cianjur