Sejarah Berdirinya Istana Cipanas Cianjur, Dulunya Tempat Peristirahatan Gubernur Jenderal Belanda

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 17 September 2025 | 18:09 WIB
Istana Cipanas, Cianjur yang cukup megah./net
Istana Cipanas, Cianjur yang cukup megah./net

KLIKREAD.COM, Cinjur - Sejarah Istana Cipanas, Cianjur, dimulai pada tahun 1740 ketika Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Gustaaf Willem Baron van Imhoff.

Istana Cipanas ini dibangun sebagai rumah peristirahatan Gustaaf Willem Baron van Imhoff dan juga pejabat Belanda, karena udara sejuk dan sumber air panas di sana.

Istana ini telah mengalami beberapa kali renovasi dan penambahan, termasuk oleh Presiden Soekarno yang merancangnya ulang dengan arsitektur tradisional Indonesia pada tahun 1957.

Baca Juga: Wisata Edukasi Kampung Budaya Padi Pandanwangi Cianjur Mengenal Padi Pandan Wangi Varietas Javanica yang Cukup Terkenal

Setelah kemerdekaan Indonesia, istana ini resmi menjadi salah satu Istana Kepresidenan RI dan digunakan sebagai tempat peristirahatan presiden beserta keluarga mereka.

Serta menjadi saksi sejarah penting seperti pertemuan kenegaraan dan perubahan nilai uang Indonesia.

Pendirian bagunan ini pPada tahun 1740, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff mendirikan bangunan ini sebagai tempat istirahat bagi pejabat Belanda.

Baca Juga: Gunung Kasur Menyimpan Sejarah Jejak Kaki Patih Pertama Cianjur dan Makam Eyang Jaya Paksi

Bahkan sempat digunakan sebagai tempat pengobatan tentara yang terluka, serta dihuni oleh beberapa pejabat Belanda dan keluarganya.

Pada tahun 1834, Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memerintahkan pembangunan istana yang lebih besar untuk menampung kunjungan Raja Willem I.

Begitu pula pPada tahun 1957, Presiden Soekarno memerintahkan perbaikan dan perluasan, yang melibatkan arsitek Indonesia, RM Soedarsono, untuk menciptakan bangunan megah bergaya arsitektur tradisional.

Baca Juga: Berkunjung ke Situs Gunung Padang Cianjur Serasa Berada pada Peradaban Kuno

Pada tahun 1916, tiga pavilion baru, yaitu Paviliun Bima, Paviliun Arjuna, dan Paviliun Yudistira, ditambahkan.

Pada tahun 1954, dibangun Gedung Bentol di belakang bangunan utama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:10 WIB
X