Di samping itu, dari data hasil TKA 2025 ini melihat terdapat kesenjangan mencolok antarmata pelajaran.
Baca Juga: Willinton Enterprise di Batam saat Ini Membutuhkan Segera untuk Posisi Sebagai Receptionist
Mata pelajaran Antropologi (70.43) dan Geografi (70.36) mencatatkan nilai tertinggi, mata pelajaran fundamental atau mapel wajib seperti Bahasa Inggris (24.93) dan Matematika Wajib (36.10) justru berada di titik yang mengkhawatirkan.
Meski demikian, kita mesti kembali menyadari tujuan awal TKA sebagai instrumen pemetaan capaian pendidikan nasional. Rendahnya skor TKA siswa ini bukanlah alat penghakiman bagi siswa.
Sebaliknya, hasil ini adalah potret jujur yang menunjukkan realitas pendidikan kita, di mana kualitas dan kemampuan akademik siswa masih jauh dari harapan. Dari sana, kita bisa menentukan langkah dan strategi yang tepat untuk memperbaikinya.
Baca Juga: Begini Tips Membuat Motor Lebih Irit Bahan Bakar, Lakukan Perawatan pada Bagian ini
Meminjam pemikiran Linda Elder (2020) tentang berpikir kritis, data hasil TKA dapat menjadi "intellectual self-defense" bagi pengambil kebijakan.
Hasil TKA memberikan data presisi bagi pengambil kebijakan, mulai dari Kementerian, Dinas Pendidikan, hingga guru dan semua stakeholders pendidikan untuk melakukan evaluasi berbasis bukti (evidence-based policy).
Data hasil TKA pada dasarnya akan menjadi rujukan pengambil kebijakan dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah dan dasar dalam menyusun berbagai kebijakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
Melihat begitu rendahnya nilai TKA untuk mapel Matematika, misalnya, menunjukkan masih adanya masalah pada literasi numerasi dasar.
Persoalan ini harus ditangkap dengan cermat oleh pendidik agar segera diperbaiki.
Baca Juga: Willinton Enterprise di Batam saat Ini Membutuhkan Segera untuk Posisi Sebagai Receptionist
Misalnya melalui skema perbaikan pembelajaran (Assessment for Learning) yang lebih efektif.
Selain itu, bagi siswa, hasil ini menjadi cermin diri untuk memetakan kekuatan dan kelemahan mereka sebelum melangkah ke jenjang perguruan tinggi negeri.
Instrumen soal TKA memang dirancang berbasis model HOTS untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Baca Juga: Lowongan Kerja Dibutuhkan Segera Sales Kartu Kridit Bank di PT Danamas Insan Andalan, Batam
Soal-soal TKA berbasis HOTS ini menuntut berpikir dan bernalar, bukan hanya sekadar mengingat atau mengulang informasi.
Artikel Terkait
Anak Muda Bangkitkan Tradisi: Festival Agriculture Punggung Kasiak Jadi Perhatian Publik
BAGAIMANA PENGUATAN SUMBER DAYA MANUSIA di KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS?
Desentralisasi Belum Sepenuhnya Berpihak pada Bintan Pesisir
SUMATERA JUGA INDONESIA: TETAPKAN STATUS BENCANA NASIONAL dan HENTIKAN TAMBANG ILEGAL–DEFORESTASI YANG MEMBUNUHI RAKYAT
BUMD KEMARITIMAN BINTAN SEBAGAI WUJUD PENGUATAN DESENTRALISASI EKONOMI DAERAH
PEMBANGUNAN TANPA NURANI: KAMMI BATAM TOLAK PENGHILANGAN RUANG HIDUP NELAYAN DI BALIK PP 25/2025
DESENTRALISASI di TITIK TERLUAR? MENJAWAB SUARA dari KECAMATAN TAMBELAN yang TERABAIKAN
Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung
Bencana dan Ilusi Otonomi
Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada