Hasil TKA: Data Jujur untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Senin, 5 Januari 2026 | 10:08 WIB
Gambar ilustrasi: tka.kemendikdasmen.go.id
Gambar ilustrasi: tka.kemendikdasmen.go.id

Di samping itu, dari data hasil TKA 2025 ini melihat terdapat kesenjangan mencolok antarmata pelajaran.

Baca Juga: Willinton Enterprise di Batam saat Ini Membutuhkan Segera untuk Posisi Sebagai Receptionist

Mata pelajaran Antropologi (70.43) dan Geografi (70.36) mencatatkan nilai tertinggi, mata pelajaran fundamental atau mapel wajib seperti Bahasa Inggris (24.93) dan Matematika Wajib (36.10) justru berada di titik yang mengkhawatirkan.

Meski demikian, kita mesti kembali menyadari tujuan awal TKA sebagai instrumen pemetaan capaian pendidikan nasional. Rendahnya skor TKA siswa ini bukanlah alat penghakiman bagi siswa.

Sebaliknya, hasil ini adalah potret jujur yang menunjukkan realitas pendidikan kita, di mana kualitas dan kemampuan akademik siswa masih jauh dari harapan. Dari sana, kita bisa menentukan langkah dan strategi yang tepat untuk memperbaikinya.

Baca Juga: Begini Tips Membuat Motor Lebih Irit Bahan Bakar, Lakukan Perawatan pada Bagian ini

Meminjam pemikiran Linda Elder (2020) tentang berpikir kritis, data hasil TKA dapat menjadi "intellectual self-defense" bagi pengambil kebijakan.
Hasil TKA memberikan data presisi bagi pengambil kebijakan, mulai dari Kementerian, Dinas Pendidikan, hingga guru dan semua stakeholders pendidikan untuk melakukan evaluasi berbasis bukti (evidence-based policy).

Data hasil TKA pada dasarnya akan menjadi rujukan pengambil kebijakan dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah dan dasar dalam menyusun berbagai kebijakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

Melihat begitu rendahnya nilai TKA untuk mapel Matematika, misalnya, menunjukkan masih adanya masalah pada literasi numerasi dasar.

Persoalan ini harus ditangkap dengan cermat oleh pendidik agar segera diperbaiki.

Baca Juga: Willinton Enterprise di Batam saat Ini Membutuhkan Segera untuk Posisi Sebagai Receptionist

Misalnya melalui skema perbaikan pembelajaran (Assessment for Learning) yang lebih efektif.

Selain itu, bagi siswa, hasil ini menjadi cermin diri untuk memetakan kekuatan dan kelemahan mereka sebelum melangkah ke jenjang perguruan tinggi negeri.

Instrumen soal TKA memang dirancang berbasis model HOTS untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Baca Juga: Lowongan Kerja Dibutuhkan Segera Sales Kartu Kridit Bank di PT Danamas Insan Andalan, Batam

Soal-soal TKA berbasis HOTS ini menuntut berpikir dan bernalar, bukan hanya sekadar mengingat atau mengulang informasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Membaca Luka Aurelie Moeremans dalam Broken Strings

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:03 WIB

Akal-akalan Efisiensi di Balik Pilkada

Rabu, 24 Desember 2025 | 12:22 WIB

Bencana dan Ilusi Otonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 | 21:02 WIB

Hari HAM Sedunia,400 Orang Nasibnya Digantung

Rabu, 10 Desember 2025 | 12:22 WIB
X