“Kemudian suporter nantinya wajib masuk dalam database. Seperti di Eropa. Semua suporter di Eropa sudah teregistrasi,” lanjutnya.
Baca Juga: Wasekjen PSSI Maaike Ira Puspita, PSSI Sudah Memberitahu FIFA Mengenai Kronologi Tragedi Kanjuruhan
“Jadi masing-masing suporter juga bertanggung jawab ketika sudah terdaftar,” ucapnya.
“Kalau suporter tersebut melakukan tindakan-tindakan kriminalitas, data itu sudah tercatat. Nantinya pembangunan dengan database digital ini akan dilakukan, dan di situ ditulis oleh FIFA,” jelasnya.
Dengan begitu akan sangat mudah mengatur keamanan dan penanganan setiap pertandingan. Sehingga suporter pun akan tertib dan tidak akan berani melanggar aturan. Jika melanggar aturan tentunya akan ada konsekuensinya tersendiri.
Begitu pun pihak operator dan panitia pertandingan, wajib membangun sistem database dan pengamanan yang sesuai dengan standar security dari FIFA.***
Artikel Terkait
Polri Menetapkan Enam Tersangka Pada Kasus Tragedi Kanjuruhan Yang Menewaskan Ratusan Suporter
Polri Meminta Kepada Pelaku Kerusuhan Diluar Stadion Kanjuruhan Agar Segara Menyerahkan Diri
Sudah Terekam CCTV, Pelaku Pembakaran dan Perusakan di Luar Stadion Kanjuruhan Lebih Baik Menyerahkan Diri
TGIPF Terus Menggali Informasi Mengenai Tragedi Kanjuruhan Malang, Hari Ini Bertemu Dengan Aremania di Malang
Besok TGIPF Akan Memanggil PSSI dan PT LIB Untuk Diperiksa dan Dimintai Keterangan Terkait Tragedi Kanjuruhan