KLIKREAD - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk oleh Presiden Jokowi guna mengusut kasus Tragedi Kanjuruhan Malang terus bekerja.
TGIPF yang diketuai oleh Mahfud MD dan anggotanya yang terdiri dari berbagai kalangan, terus melakukan kerja-kerja independen untuk mengetahui, menghimpun, dan memberikan rekomendasi mengenai evaluasi terhadap kegiatan sepakbola Indonesia.
Laporan dari TGIPF ini akan diterima oleh Presiden Jokowi sebelum bulan Oktober ini berakhir. Karena presiden menginginkan sepakbola Indonesia yang dikelola dengan baik, dukungan suporter yang baik, standar keamanan stadion dan pengamanan yang baik buat seluruh pemain, official, wasit dan penonton tentunya.
Seperti kita ketahui Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 131 orang, akan menjadi momentum perbaikan dan evaluasi terhadap PSSI dan kegiatan sepakbola Indonesia secara umum.
Baca Juga: Polri Meminta Kepada Pelaku Kerusuhan Diluar Stadion Kanjuruhan Agar Segara Menyerahkan Diri
Dalam kerjanya hari ini TGIPF, seperti dilansir dari laman PMJ News, memperoleh berbagai informasi penting dari suporter Aremania yang tergabung dalam Tim Gabungan Aremania, yang bermarkas di kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jalan Kawi, Kota Malang, Jawa Timur.
Dalam laman PMJ News, anggota TGIPF Akmal Marhali mengatakan; "Kepada TGIPF, teman-teman Aremania ramai-ramai menyampaikan kesaksian mereka secara bergantian dari berbagai tribun, juga tuntutan kepada penyelenggara kompetisi," ujar anggota TGIPF Akmal Marhali dalam keterangan yang diterima, Senin (10/10/2022).
Setelah memperoleh kesaksian dari beberapa suporter dalam Tragedi Kanjuruhan, Akmal bersama anggota TGIPF lainnya, Anton Sanjoyo, menemui beberapa korban dan saksi yang terlibat dalam tragedi yang menewaskan ratusan orang dan melukai ratusan lainnya.
“Saat bertemu dengan para saksi dan korban, berbagai alat bukti penting kami dapatkan, ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kami sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kami ungkap secara menyeluruh dan independen,” ucapnya.
Baca Juga: Polri Menetapkan Enam Tersangka Pada Kasus Tragedi Kanjuruhan Yang Menewaskan Ratusan Suporter
Saat bertemu dengan para korban, TGIPF mendengar kesaksian dari korban yang masih merasakan sakit sesak di dada dan bola mata yang memerah.
Akmal menilai korban luka masih perlu penanganan lebih lanjut, seperti trauma paska kejadian dan kondisi psikologis korban yang belum pulih.
Artikel Terkait
Wasekjen PSSI Maaike Ira Puspita, PSSI Sudah Memberitahu FIFA Mengenai Kronologi Tragedi Kanjuruhan
Polri Menetapkan Enam Tersangka Pada Kasus Tragedi Kanjuruhan Yang Menewaskan Ratusan Suporter
Presiden Jokowi: Indonesia Tidak Disanksi FIFA dan Akan Dibentuk Tim Transformasi Sepakbola Indonesia
Polri Meminta Kepada Pelaku Kerusuhan Diluar Stadion Kanjuruhan Agar Segara Menyerahkan Diri
Sudah Terekam CCTV, Pelaku Pembakaran dan Perusakan di Luar Stadion Kanjuruhan Lebih Baik Menyerahkan Diri